Category: Nasional


  • Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan (Tenaga Ahli Pemko Padang)

    DIBUTUHKAN KETEGASAN PEMKO YANG PERSUASIF  UNTUK MENJADIKAN PADANG DESTINASI GLOBAL YANG DIGEMARI WISMAN

    Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan (Tenaga Ahli Pemko Padang)

    A. Pendahuluan

    Kota Padang, sebagai beranda depan Provinsi Sumatera Barat, berdiri di atas fondasi warisan budaya yang megah dan lanskap alam yang memukau. Di era globalisasi modern saat ini, pariwisata bukan lagi sekadar industri pelesiran, melainkan instrumen vital dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan diplomasi budaya. Wisatawan Mancanegara (Wisman) kini mencari destinasi yang autentik, unik, namun tetap menawarkan kenyamanan standar internasional (global standard amenity).

    Padang memiliki modalitas yang lebih dari cukup untuk menjadi top-of-mind destinasi global. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya jurang (gap) yang cukup lebar antara potensi ideal dengan kenyamanan riil yang dirasakan wisatawan. Isu lingkungan, kemacetan, dan premanisme berkedok parkir liar menjadi dinding pembatas yang menahan laju kunjungan Wisman. Catatan sederhana ini akan menganalisa dan mengupas secara objektif potret pariwisata Kota Padang, membedah sengkarut masalah urban, serta merumuskan strategi dan ketegasan yang persuasif berbasis pemikiran kontemporer yang diselaraskan dengan nilai-nilai luhur keislaman.

    B.Potensi Wisata yang Dimiliki Kota Padang

    Kota Padang dikaruniai keunggulan komparatif (comparative advantage) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang sangat kuat pada tiga sektor utama:

    1. Potensi Kuliner (“Enak dan Enak Sekali”)

    Kuliner Minang di Kota Padang tidak sekadar urusan mengenyangkan perut, melainkan sebuah mahakarya gastronomi yang kaya akan rempah. Karakteristik rasa yang kuat menjadi daya tarik magis bagi lidah Wisman. Slogan di dunia ini hanya ada dua jenis rasa masakan Padang: enak dan enak sekali mencerminkan pengakuan universal atas kualitas rasa kuliner lokal. Penelitian ekonomi pariwisata Jurnal UMSU menegaskan bahwa keanekaragaman kuliner khas Minang di Padang menyimpan potensi sangat besar sebagai jasa penunjang utama pariwisata daerah.

    2. Potensi Adat dan Budaya (ABS-SBK & Matrilinial)

    Padang bergerak dalam poros filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sebuah tata nilai yang menyatukan adat istiadat dengan hukum Islam secara harmonis. Keunikan sistem kesukuan matrilinial (garis keturunan ibu) menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat dan terproteksi. Bagi Wisman, perpaduan regulasi sosial berbasis adat, arsitektur Rumah Gadang, tradisi lisan, hingga seni pertunjukan lokal merupakan objek studi budaya dan wisata minat khusus (cultural tourism) yang bernilai tinggi.

    3. Potensi Alam yang Indah

    Secara geografis, Padang adalah perpaduan utuh antara bukit, sungai, dan lautan. Keindahan garis Pantai Padang, Pantai Air Manis dengan legenda Malin Kundang, gugusan pulau eksotis di Bungus, hingga kesejukan kawasan perbukitan Sitinjau Lauik dan teluk pelabuhan Teluk Bayur menyajikan panorama alam berkelas dunia. Wisata bahari di pulau-pulau kecil sekitar Padang menawarkan potensi diving dan surfing yang sangat digemari turis asing.

    C.Kondisi dan Permasalahan Pariwisata Kota Padang Saat Ini

    Dibalik pesona alam dan kelezatan kulinernya, kenyamanan di Kota Padang masih tercederai oleh sejumlah paradoks urban yang membuat Wisman enggan tinggal lebih lama (low length of stay). Masalah ini dapat dikategorikan ke dalam tiga aspek utama:

    1. Kurang Bersih (Masalah Sampah)

    Di berbagai sudut kota, objek wisata, dan aliran sungai menuju pantai, tumpukan sampah masih menjadi pemandangan biasa. Hal ini menimbulkan bau tidak sedap dan merusak estetika visual secara ekstrem. Kondisi ini bertentangan secara radikal dengan ajaran Islam yang sangat menekankan kesucian, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

    Kesucian itu adalah setengah dari iman.” (HR. Muslim).

    2. Kurang Tertib (Drainase Buruk & Lalu Lintas Semrawut)

    Infrastruktur drainase kota belum berfungsi optimal. Akibatnya, curah hujan tinggi memicu banjir luapan ke badan jalan yang mengganggu mobilitas. Di sisi lain, perilaku berkendara masyarakat urban di Padang cenderung impulsif, tidak sabaran, dan kerap mengabaikan rambu lalu lintas, sehingga memicu kemacetan di jam-jam tertentu. Perilaku egois di jalan raya ini mengabaikan pesan Al-Quran untuk berjalan dengan santun dan rendah hati di muka bumi:

    Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong…” (QS. Al-Isra’: 37).

    3. Kurang Nyaman (Aksi Premanisme & Pemerasan Biaya Parkir)

    Aspek keamanan dan kenyamanan psikologis wisatawan sangat terganggu oleh maraknya aksi pemalakan atau pemerasan tarif parkir mobil di luar ketentuan resmi oleh oknum preman. Tindakan mematok tarif selangit ini mencoreng citra keramahan (hospitality) lokal dan menciptakan rasa tidak aman bagi Wisman. Secara syariat, praktik mengambil harta orang lain secara batil melalui paksaan sangat dilarang:

    Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil…” (QS. Al-Baqarah: 188).

    D. Solusi Strategi Pemko Padang

    Pakar pariwisata kenamaan, Suryadana (2015) menyatakan bahwa keberhasilan suatu destinasi wisata sangat bergantung pada formula 4 A: Atraksi,  Aksesibilitas, Fasilitas penunjang), dan Kelembagaan. Guna menyelaraskan formula tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Padang wajib mengeksekusi strategi taktis dan kontemporer berikut ini:

    1. Digitalisasi Ekosistem Parkir dan Penegakan Hukum Tegas (Sektor Kenyamanan)

    Implementasi E-Parkir Terintegrasi: Pemko Padang harus menghapus sistem parkir tunai di destinasi wisata dan menggantinya dengan aplikasi Smart Parking berbasis QRIS atau kartu nontunai. Langkah ini memotong ruang gerak premanisme secara digital.

    Pembentukan Satgas Anti-Premanisme Wisata: Berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menempatkan pos keamanan terpadu di titik rawan pemalakan, serta menindak tegas oknum yang memeras wisatawan tanpa kompromi.

    2 Modernisasi Infrastruktur Hijau & Pengelolaan Sampah Pintar (Sektor Kebersihan & Drainase)

    Revitalisasi Drainase Makro: Pemko Padang wajib melakukan normalisasi saluran air, memperbanyak kolam retensi, dan membangun sistem box culvert modern di area rawan genangan guna mengantisipasi banjir akibat hujan lebat.

    Program Smart Trash Bin” dan Bank Sampah: Menempatkan tempat sampah pintar yang memisahkan jenis sampah di sepanjang Pantai Padang, didukung penegakan regulasi denda tindak pidana ringan (Tipiring) bagi pembuang sampah sembarangan. Langkah ini merealisasikan firman Allah SWT mengenai larangan membuat kerusakan di bumi:

    Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) menatanya…” (QS. Al-A’raf: 56)

    3. Penataan Transportasi Publik dan Edukasi Traffic Culture (Sektor Ketertiban)

    Optimalisasi transportasi massal yang nyaman dengan menyediakan bus wisata atau mengintegrasikan Trans Padang ke titik-titik destinasi utama dengan jadwal yang presisi demi mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

    Kampanye budaya tertib lalu lintas dan melakukan edukasi berbasis komunitas mengenai keselamatan berkendara guna mengikis mentalitas tidak sabaran di jalan raya.

    4. Penguatan Destinasi Berbasis Nilai ABS-SBK yang Inklusif

    Edukasi sadar wisata (hospitality training) harus diberikan kepada pelaku usaha kuliner dan pemandu lokal, menekankan bahwa menyambut tamu asing dengan jujur, ramah, dan adil adalah cerminan dari implementasi Syarak (Syariat Islam).

    F. Kesimpulan

    Kota Padang sejatinya adalah permata pariwisata yang sarat akan modal alam, kelezatan kuliner, serta keunikan adat berbasis budaya matrilinial dan prinsip adat yang Islami (ABS-SBK). Namun, keindahan dan keunggulan tersebut terancam stagnan apabila permasalahan klasik perkotaan seperti onggokan sampah, drainase yang buruk, kemacetan, dan pungutan liar oleh preman tidak segera diberantas. Pariwisata internasional menuntut kenyamanan mutlak; keindahan alam tidak akan bermakna jika Wisman merasa tidak aman dan tidak nyaman saat berkunjung. Transformasi Padang membutuhkan lompatan berani yang menggabungkan ketegasan hukum, sentuhan teknologi modern, dan kesadaran kolektif masyarakat.

    G. Rekomendasi

    Untuk mempercepat transformasi Kota Padang sebagai destinasi wisata internasional yang unggul dan diminati Wisman, direkomendasikan beberapa poin konkret berikut:

    – Penerapan Regulasi Zero-Tolerance terhadap Pungli & Premanisme Pemko Padang direkomendasikan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota khusus yang memberikan sanksi pidana berat bagi pelaku pungli di kawasan wisata untuk menjamin rasa aman wisatawan.

    – Audit dan Pembenahan Total Sistem Drainase Perkotaan. Dinas PUPR harus menyusun cetak biru (blueprint) penanganan banjir berkala yang fokus pada area-area koridor wisata utama kota.

    – Peluncuran Gerakan “Padang Bersih, Padang Beriman: Menggerakkan kembali gotong-royong berbasis komunitas dan masjid di tingkat kelurahan dengan insentif reward and punishment bagi lingkungan yang paling bersih.

    – Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) Internasional. Pemko Padang perlu memfasilitasi sertifikasi standar kebersihan dan keselamatan internasional untuk seluruh destinasi, restoran, dan hotel di Padang guna menumbuhkan kepercayaan tinggi di mata Wisman.



  • Oleh : Alpin (penggiat Media & Sosmed)

    Mengenal Sosok Dr.Era Sukma Munaf, ST.,MT., MM, Dt. Mangkudum Pimpinan Yang Konsisten, Disiplin, dan Humanis

    Oleh : Alpin (penggiat Media & Sosmed)

    Di balik sebuah jabatan publik, selalu ada sosok manusia dengan karakter, prinsip, dan cara tersendiri dalam menjalankan amanah. Salah satunya adalah Erasukma Munaf, yang lebih dikenal dengan panggilan Era Sukma, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat.

    Bagi orang-orang yang mengenalnya secara dekat, Era Sukma bukan sekadar seorang pejabat yang menjalankan tugas administratif dan pemerintahan. Ia dikenal sebagai pribadi yang konsisten, disiplin, humanis, serta mampu membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.

    Konsisten dan Disiplin dalam Menjalankan Amanah

    Konsistensi menjadi salah satu karakter yang melekat pada sosok Era Sukma. Dalam menjalankan tanggung jawab, ia dikenal tidak mudah berubah hanya karena situasi atau tekanan tertentu. Prinsip kerja dan komitmen terhadap tugas menjadi bagian penting dari kesehariannya.

    Disiplin juga menjadi nilai yang ia pegang. Baginya, pekerjaan bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Sikap tersebut membuatnya mampu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.

    Humanis dan Mudah Berkomunikasi dengan Siapa Saja

    Hal lain yang menarik dari sosok Era Sukma adalah kemampuannya berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia tidak membatasi pergaulan berdasarkan jabatan, latar belakang, ataupun status sosial.

    Dalam berinteraksi, ia dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan mudah diajak berbicara. Tidak mengherankan jika banyak orang merasa nyaman berdiskusi dengannya, termasuk ketika membicarakan persoalan pribadi maupun pekerjaan.

    Sikap humanis tersebut membuat komunikasi yang dibangunnya terasa lebih cair. Ia mampu menempatkan dirinya sesuai dengan siapa yang sedang diajak berbicara, tanpa kehilangan sikap profesional sebagai seorang pejabat pemerintahan.

    Tidak Gemar Membicarakan Keburukan Orang Lain

    Salah satu karakter yang membuat sosok Era Sukma berbeda adalah sikapnya dalam menjaga pembicaraan. Ia dikenal tidak gemar membicarakan keburukan orang lain, apalagi menjadikan kekurangan seseorang sebagai bahan pembicaraan.

    Sikap ini menunjukkan kematangan dalam membangun hubungan sosial. Ia lebih memilih membicarakan solusi, pekerjaan, dan hal-hal yang dapat memberikan manfaat daripada memperbesar persoalan atau mencari kesalahan orang lain.

    Prinsip tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang merasa aman ketika berbicara dengannya.

    Menjadi Tempat Berbagi dan Dipercaya Banyak Kalangan

    Kepercayaan tidak lahir dalam satu malam. Ia tumbuh dari sikap konsisten, kemampuan menjaga rahasia, serta kematangan seseorang dalam menyikapi berbagai persoalan.

    Era Sukma dikenal sebagai sosok yang mampu menjadi tempat berbagi cerita dan berdiskusi bagi banyak orang. Bahkan, kedekatan dan rasa percaya tersebut membuat sejumlah pejabat di Sumatera Barat merasa nyaman menjadikannya sebagai tempat bertukar pikiran dan mencurahkan berbagai persoalan.

    Menjadi tempat seseorang bercerita tentu bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kemampuan untuk mendengarkan tanpa menghakimi, memahami tanpa memperkeruh keadaan, dan memberikan pandangan tanpa merasa paling benar. Di sinilah sisi humanis Era Sukma terlihat.

    Cerdas Secara Akademik dan Emosional

    Kecerdasan seseorang tidak selalu dapat diukur hanya dari gelar akademik. Dalam kehidupan birokrasi dan kepemimpinan, kemampuan memahami manusia, membaca situasi, mengendalikan emosi, serta mengambil keputusan secara bijaksana juga merupakan bentuk kecerdasan yang sangat penting.

    Era Sukma memiliki dua sisi tersebut, kecerdasan akademik dan kecerdasan emosional.

    Latar belakang akademik dan pengalaman profesional membentuk kemampuan berpikirnya, sementara pengalaman berinteraksi dengan banyak orang membentuk kematangan emosionalnya.

    Kombinasi keduanya membuatnya mampu melihat persoalan tidak hanya dari sisi aturan dan pekerjaan, tetapi juga dari sisi manusia yang berada di balik sebuah persoalan.

    Memimpin dengan Pendekatan Manusiawi

    Sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat, tugas yang diemban Era Sukma tentu tidak ringan. Dunia kebencanaan membutuhkan kecepatan, ketepatan, koordinasi, sekaligus kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang sering kali penuh tekanan.

    Dalam kondisi seperti itu, karakter seorang pemimpin sangat menentukan. Ketegasan dibutuhkan, tetapi empati juga tidak boleh hilang. Disiplin penting, tetapi komunikasi dan kemampuan memahami kondisi orang lain juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.

    Sosok Era Sukma memperlihatkan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus ditampilkan dengan suara keras atau sikap yang kaku. Kepemimpinan juga dapat hadir melalui ketenangan, konsistensi, kemampuan mendengar, dan cara memperlakukan orang lain dengan baik.

    Sosok yang Menjaga Kepercayaan

    Pada akhirnya, salah satu ukuran penting dari seorang pemimpin bukan hanya seberapa tinggi jabatannya, tetapi seberapa besar kepercayaan yang mampu ia jaga.

    Era Sukma Munaf dikenal sebagai sosok yang konsisten, disiplin, komunikatif, humanis, serta mampu menjaga dirinya dari kebiasaan membicarakan keburukan orang lain. Ia juga dikenal mampu membangun ruang komunikasi yang membuat banyak orang merasa nyaman untuk berbagi.

    Karakter seperti ini menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai seorang pejabat publik. Sebab, birokrasi bukan hanya tentang aturan, target, dan administrasi, tetapi juga tentang manusia, kepercayaan, dan hubungan antarmanusia.

    Era Sukma adalah gambaran bahwa kecerdasan seorang pemimpin tidak hanya terlihat dari kemampuan berpikir, tetapi juga dari kemampuannya memahami manusia. Dan mungkin, justru karena itulah banyak orang memilih datang kepadanya ketika membutuhkan tempat untuk berbicara bukan sekadar untuk mendapatkan jawaban, tetapi untuk mendapatkan seseorang yang mau mendengarkan dengan tulus.



  • Pelatihan Kewirausahaan Angkatan XII Ditutup, Dorong Koperasi dan UMKM Pesisir Selatan Bersinar

    Padang – nrtvnews.com Pelatihan Kewirausahaan bagi Anggota Koperasi dan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Angkatan XII resmi ditutup pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut ditutup oleh Derni Yanti, SE, Kepala UPTD Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi Provinsi Sumatera Barat di dampingi oleh Kasi Pelaksana Sudarmadi, SE, MM

    Pelatihan ini terlaksana melalui program anggota Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Mochklasin, S.Si., MM., MBA, sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas pengurus, anggota koperasi, dan pelaku UMKM di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya kawasan Tarusan.

    Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Mengubah Pola Pikir

    Dalam sesi penutupan, peserta menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti pelatihan. Perwakilan peserta, Masriol menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada H. Mochklasin yang telah memfasilitasi peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan koperasi dan UMKM.

    Menurut Masriol, materi yang diberikan membuat peserta semakin memahami pentingnya manajemen yang baik dalam menjalankan koperasi maupun usaha.

    “Kami mendapatkan ilmu pengetahuan tentang koperasi dan UMKM sehingga kami paham dan mengerti cara manajemen koperasi dan UMKM yang baik,” ujar Masriol dalam penyampaian pesan dan kesan peserta.

    Pengetahuan tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan. Para peserta berkomitmen untuk menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

    Semangat tersebut menjadi penting karena keberhasilan koperasi dan UMKM tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh kemampuan pengurus dan pelaku usaha dalam mengelola organisasi, membuat perencanaan, membaca peluang, serta membangun tata kelola usaha yang sehat.

    Peserta Berharap Pelatihan Terus Berlanjut

    Di tempat yang terpisah Syafruddin, SH  juga berharap program pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga rekan-rekan pengurus maupun anggota koperasi dan pelaku UMKM yang belum mendapatkan kesempatan dapat ikut memperoleh pembekalan.

    Ia menilai peningkatan pengetahuan harus dibarengi dengan perubahan pola pikir. Dengan pemahaman yang lebih baik, pengurus dan anggota diharapkan mampu mengelola koperasi secara lebih profesional serta mengembangkan UMKM secara berkelanjutan.

    Harapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan memiliki dimensi yang lebih luas. Pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi agar koperasi tidak sekadar menjadi organisasi ekonomi, sementara UMKM tidak berhenti pada aktivitas usaha skala kecil, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

    Koperasi dan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat

    Bagi Pesisir Selatan, penguatan koperasi dan UMKM memiliki arti strategis. Ketika pelaku usaha memiliki kemampuan manajemen, pencatatan keuangan, pemasaran, inovasi produk, serta pemahaman terhadap tata kelola organisasi, peluang usaha untuk bertahan dan berkembang menjadi lebih besar.

    Koperasi yang dikelola secara sehat juga dapat menjadi wadah ekonomi bersama. Sementara UMKM dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka lapangan kerja di tengah masyarakat.

    Karena itu, keberlanjutan program peningkatan kapasitas seperti pelatihan Angkatan XII diharapkan dapat melahirkan pelaku koperasi dan UMKM yang tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga memiliki visi untuk membangun ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.

    Bagi masyarakat Tarusan khususnya, penguatan koperasi dan UMKM diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi lokal dan pada akhirnya ikut mendongkrak perekonomian masyarakat Pesisir Selatan.

    Apresiasi untuk H. Mochklasin

    Menutup penyampaian pesan peserta, Syafruddin juga menyampaikan doa dan harapan agar H. Mochklasin senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat Pesisir Selatan.

    Ia berharap H. Mochklasin terus sukses dalam berbagai tujuan dan cita-citanya untuk mengabdi kepada masyarakat.

    Pelatihan Angkatan XII pun diharapkan tidak menjadi akhir dari proses pembelajaran, melainkan menjadi awal dari penerapan pengetahuan di tengah masyarakat.

    Sebab, ukuran keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya berapa banyak peserta yang menerima sertifikat, tetapi seberapa jauh ilmu yang diperoleh mampu diterapkan, ditularkan, dan menghasilkan perubahan nyata bagi koperasi, UMKM, serta perekonomian masyarakat.(Alpin)



  • Hari Ketiga Pelatihan Kewirausahaan, Peserta Dibekali Strategi Pengembangan Usaha dan Legalitas NIB

    Padang — nrtvnews.com Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan bagi Anggota Koperasi dan Pelaku UMKM Angkatan XII terus berlangsung di UPTD Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi (BPLK) Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang digelar pada 18–21 Agustus 2026 ini memasuki hari ketiga dengan sejumlah materi yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, pengembangan bisnis, hingga legalitas bagi pelaku UMKM.

    Kegiatan pelatihan ini merupakan program Wakil Ketua Komisi III DPRD Prov.Sumbar H.Mochklasin, S.Si,.MM,.MBA melalui dana Pokirnya.

    Pada hari ketiga, peserta mendapatkan materi dari H. Erman, MM dengan tema “Manfaat UMKM Menjadi Anggota Koperasi”. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai manfaat yang dapat diperoleh pelaku UMKM melalui keanggotaan koperasi, termasuk peluang memperluas jaringan, meningkatkan kerja sama usaha, serta mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

    Materi kemudian dilanjutkan dengan “Penyusunan Rencana Pengembangan Usaha” yang disampaikan oleh Oskar Budiman. Peserta diarahkan untuk mampu menyusun perencanaan usaha secara lebih terstruktur, sehingga ide dan potensi bisnis yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi usaha yang lebih terarah dan memiliki target yang jelas.

    Suasana pelatihan semakin menarik ketika Vivy Mulia, S.Si,CDE,Cem,CDMQ membawakan materi bertema “Success Story Kewirausahaan Berbasis Koperasi”. Melalui materi tersebut, peserta diajak melihat pengalaman dan kisah keberhasilan kewirausahaan yang dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan usaha dengan memanfaatkan kekuatan koperasi.

    Tak kalah penting, peserta juga mendapatkan Bimbingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang disampaikan oleh Maya Kurniasari, SE. Materi ini memberikan pemahaman praktis kepada peserta mengenai pentingnya legalitas usaha serta proses pengurusan NIB sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kepastian dan profesionalitas dalam menjalankan usaha.

    Rangkaian materi pada hari ketiga tersebut diharapkan dapat memberikan bekal yang semakin lengkap bagi anggota koperasi dan pelaku UMKM. Tidak hanya dari sisi keterampilan berwirausaha dan pengembangan bisnis, tetapi juga pemahaman mengenai koperasi serta pentingnya legalitas usaha.

    Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam mengembangkan usaha masing-masing, sekaligus membangun UMKM yang lebih mandiri, profesional, dan berdaya saing.

    Kewirausahaan bagi Anggota Koperasi dan Pelaku UMKM Angkatan XII dijadwalkan berlangsung hingga 21 Agustus 2026 di UPTD BPLK Provinsi Sumatera Barat.(Alpin)



  • Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan

    (Tenaga Ahli Pemko Padang)

    SELANGKAH LAGI KOTA PADANG MENJADI DESTINASI GLOBAL YANG DIGEMARI WISMAN

    Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan

    (Tenaga Ahli Pemko Padang)

    Pendahuluan

    Kota Padang, sebagai beranda depan Provinsi Sumatera Barat, berdiri di atas fondasi warisan budaya yang megah dan lanskap alam yang memukau. Di era globalisasi modern saat ini, pariwisata bukan lagi sekadar industri pelesiran, melainkan instrumen vital dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan diplomasi budaya. Wisatawan Mancanegara (Wisman) kini mencari destinasi yang autentik, unik, namun tetap menawarkan kenyamanan standar internasional (global standard amenity).

    Padang memiliki modalitas yang lebih dari cukup untuk menjadi top-of-mind destinasi global. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya jurang (gap) yang cukup lebar antara potensi ideal dengan kenyamanan riil yang dirasakan wisatawan. Isu lingkungan, kemacetan, dan premanisme berkedok parkir liar menjadi dinding pembatas yang menahan laju kunjungan Wisman. Catatan sederhana ini akan menganalisa dan mengupas secara objektif potret pariwisata Kota Padang, membedah sengkarut masalah urban, serta merumuskan strategi berbasis pemikiran kontemporer yang diselaraskan dengan nilai-nilai luhur keislaman.

    Potensi Wisata yang Dimiliki Kota Padang

    Kota Padang dikaruniai keunggulan komparatif (comparative advantage) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang sangat kuat pada tiga sektor utama:

    Potensi Kuliner (“Enak dan Enak Sekali”)

    Kuliner Minang di Kota Padang tidak sekadar urusan mengenyangkan perut, melainkan sebuah mahakarya gastronomi yang kaya akan rempah. Karakteristik rasa yang kuat menjadi daya tarik magis bagi lidah Wisman. Slogan “di dunia ini hanya ada dua jenis rasa masakan Padang: enak dan enak sekali” mencerminkan pengakuan universal atas kualitas rasa kuliner lokal. Penelitian ekonomi pariwisata di Jurnal UMSU menegaskan bahwa keanekaragaman kuliner khas Minang di Padang menyimpan potensi sangat besar sebagai jasa penunjang utama pariwisata daerah.

    Potensi Adat dan Budaya (ABS-SBK & Matrilinial)

    Padang bergerak dalam poros filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sebuah tata nilai yang menyatukan adat istiadat dengan hukum Islam secara harmonis. Keunikan sistem kesukuan matrilinial (garis keturunan ibu) menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat dan terproteksi. Bagi Wisman, perpaduan regulasi sosial berbasis adat, arsitektur Rumah Gadang, tradisi lisan, hingga seni pertunjukan lokal merupakan objek studi budaya dan wisata minat khusus (cultural tourism) yang bernilai tinggi.

    Potensi Alam yang Indah

    Secara geografis, Padang adalah perpaduan utuh antara bukit, sungai, dan lautan. Keindahan garis Pantai Padang, Pantai Air Manis dengan legenda Malin Kundang, gugusan pulau eksotis di Bungus, hingga kesejukan kawasan perbukitan Sitinjau Lauik dan teluk pelabuhan Teluk Bayur menyajikan panorama alam berkelas dunia. Wisata bahari di pulau-pulau kecil sekitar Padang menawarkan potensi diving dan surfing yang sangat digemari turis asing.

    Kondisi Riil dan Permasalahan Pariwisata Kota Padang Saat Ini

    Dibalik pesona alam dan kelezatan kulinernya, kenyamanan di Kota Padang masih tercederai oleh sejumlah paradoks urban yang membuat Wisman enggan tinggal lebih lama (low length of stay). Masalah ini dapat dikategorikan ke dalam tiga aspek utama:

    Kurang Bersih (Masalah Sampah)

    Di berbagai sudut kota, objek wisata, dan aliran sungai menuju pantai, tumpukan sampah masih menjadi pemandangan biasa. Hal ini menimbulkan bau tidak sedap dan merusak estetika visual secara ekstrem. Kondisi ini bertentangan secara radikal dengan ajaran Islam yang sangat menekankan kesucian, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

    Kesucian itu adalah setengah dari iman.” (HR. Muslim).

    Kurang Tertib (Drainase Buruk & Lalu Lintas Semrawut)

    Infrastruktur drainase kota belum berfungsi optimal. Akibatnya, curah hujan tinggi memicu banjir luapan ke badan jalan yang mengganggu mobilitas. Di sisi lain, perilaku berkendara masyarakat urban di Padang cenderung impulsif, tidak sabaran, dan kerap mengabaikan rambu lalu lintas, sehingga memicu kemacetan di jam-jam tertentu. Perilaku egois di jalan raya ini mengabaikan pesan Al-Quran untuk berjalan dengan santun dan rendah hati di muka bumi:

    Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong…” (QS. Al-Isra’: 37).

    Kurang Nyaman (Aksi Premanisme & Pemerasan Biaya Parkir)

    Aspek keamanan dan kenyamanan psikologis wisatawan sangat terganggu oleh maraknya aksi pemalakan atau pemerasan tarif parkir mobil di luar ketentuan resmi oleh oknum preman. Tindakan mematok tarif selangit ini mencoreng citra keramahan (hospitality) lokal dan menciptakan rasa tidak aman bagi Wisman. Secara syariat, praktik mengambil harta orang lain secara batil melalui paksaan sangat dilarang:

    Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil…” (QS. Al-Baqarah: 188).

    Solusi dan Strategi Pemko Padang

    Pakar pariwisata kenamaan, Suryadana (2015) menyatakan bahwa keberhasilan suatu destinasi wisata sangat bergantung pada formula 4A: Atraksi  Aksesibilitas, Fasilitas penunjang), dan Kelembagaan. Guna menyelaraskan formula tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Padang wajib mengeksekusi strategi taktis dan kontemporer berikut ini:

    A. Digitalisasi Ekosistem Parkir dan Penegakan Hukum Tegas (Sektor Kenyamanan)

    Implementasi E-Parkir Terintegrasi: Pemko Padang harus menghapus sistem parkir tunai di destinasi wisata dan menggantinya dengan aplikasi Smart Parking berbasis QRIS atau kartu nontunai. Langkah ini memotong ruang gerak premanisme secara digital.

    Pembentukan Satgas Anti-Premanisme Wisata: Berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menempatkan pos keamanan terpadu di titik rawan pemalakan, serta menindak tegas oknum yang memeras wisatawan tanpa kompromi.

    B. Modernisasi Infrastruktur Hijau & Pengelolaan Sampah Pintar (Sektor Kebersihan & Drainase)

    Revitalisasi Drainase Makro: Pemko Padang wajib melakukan normalisasi saluran air, memperbanyak kolam retensi, dan membangun sistem box culvert modern di area rawan genangan guna mengantisipasi banjir akibat hujan lebat.

    Program Smart Trash Bin” dan Bank Sampah: Menempatkan tempat sampah pintar yang memisahkan jenis sampah di sepanjang Pantai Padang, didukung penegakan regulasi denda tindak pidana ringan (Tipiring) bagi pembuang sampah sembarangan. Langkah ini merealisasikan firman Allah SWT mengenai larangan membuat kerusakan di bumi:

    Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) menatanya…” (QS. Al-A’raf: 56)

    C. Penataan Transportasi Publik dan Edukasi Traffic Culture (Sektor Ketertiban)

    Optimalisasi transportasi massal yang nyaman dengan menyediakan bus wisata atau mengintegrasikan Trans Padang ke titik-titik destinasi utama dengan jadwal yang presisi demi mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

    Kampanye budaya tertib lalu lintas dan melakukan edukasi berbasis komunitas mengenai keselamatan berkendara guna mengikis mentalitas tidak sabaran di jalan raya.

    D. Penguatan Destinasi Berbasis Nilai ABS-SBK yang Inklusif

    Edukasi sadar wisata (hospitality training) harus diberikan kepada pelaku usaha kuliner dan pemandu lokal, menekankan bahwa menyambut tamu asing dengan jujur, ramah, dan adil adalah cerminan dari implementasi Syarak (Syariat Islam).

    Kesimpulan

    Kota Padang sejatinya adalah permata pariwisata yang sarat akan modal alam, kelezatan kuliner, serta keunikan adat berbasis budaya matrilinial dan prinsip adat yang Islami (ABS-SBK). Namun, keindahan dan keunggulan tersebut terancam stagnan apabila permasalahan klasik perkotaan seperti onggokan sampah, drainase yang buruk, kemacetan, dan pungutan liar oleh preman tidak segera diberantas. Pariwisata internasional menuntut kenyamanan mutlak; keindahan alam tidak akan bermakna jika Wisman merasa tidak aman dan tidak nyaman saat berkunjung. Transformasi Padang membutuhkan lompatan berani yang menggabungkan ketegasan hukum, sentuhan teknologi modern, dan kesadaran kolektif masyarakat.

    Rekomendasi

    Untuk mempercepat transformasi Kota Padang sebagai destinasi wisata internasional yang unggul dan diminati Wisman, direkomendasikan beberapa poin konkret berikut:

    – Penerapan Regulasi Zero-Tolerance terhadap Pungli & Premanisme Pemko Padang direkomendasikan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota khusus yang memberikan sanksi pidana berat bagi pelaku pungli di kawasan wisata untuk menjamin rasa aman wisatawan.

    – Audit dan Pembenahan Total Sistem Drainase Perkotaan. Dinas PUPR harus menyusun cetak biru (blueprint) penanganan banjir berkala yang fokus pada area-area koridor wisata utama kota.

    – Peluncuran Gerakan “Padang Bersih, Padang Beriman: Menggerakkan kembali gotong-royong berbasis komunitas dan masjid di tingkat kelurahan dengan insentif reward and punishment bagi lingkungan yang paling bersih.

    – Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) Internasional. Pemko Padang perlu memfasilitasi sertifikasi standar kebersihan dan keselamatan internasional untuk seluruh destinasi, restoran, dan hotel di Padang guna menumbuhkan kepercayaan tinggi di mata Wisman.



  • Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya Dorong Pengawasan Dana Desa yang Transparan dan Berorientasi Manfaat

    Lima Puluh Kota  — nrtvnews.com  Anggota DPD RI, Cerint Irraloza Tasya, S.Ked, memberikan materi terkait evaluasi dan pengawasan dana desa kepada jajaran BPKP Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (19/8/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Cerint menekankan bahwa pengawasan dana desa harus dilakukan secara konstruktif. Menurutnya, pengawasan tidak boleh membuat pemerintah desa takut dalam mengelola anggaran, tetapi justru mendorong tata kelola yang lebih transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Bagi saya sebagai anggota DPD RI, pengawasan yang baik bukan membuat desa takut mengelola anggaran. Justru sebaliknya, pengawasan yang baik harus membuat desa lebih terbuka dalam proses, lebih tepat dalam menggunakan anggaran, dan lebih nyata dalam memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Cerint.

    Ia menegaskan, dana desa pada hakikatnya merupakan uang masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. Karena itu, setiap rupiah yang dibelanjakan harus mampu menghasilkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

    “Uang yang kita bicarakan hari ini bukan uang milik pemerintah. Ini adalah uang masyarakat. Dan masyarakat berhak mendapatkan pembangunan yang baik dari setiap rupiah yang dibelanjakan,” tegasnya.

    Cerint juga mengajak agar paradigma pengawasan terus diperkuat. Pengawasan, kata dia, tidak semestinya hanya berorientasi pada pencarian kesalahan setelah anggaran digunakan, tetapi juga harus mampu mencegah terjadinya kesalahan sejak awal.

    “Mari kita bangun paradigma pengawasan yang tidak hanya mencari kesalahan, tetapi juga mencegah kesalahan. Tidak hanya memeriksa dokumen, tetapi memeriksa hasil. Tidak hanya melihat serapan anggaran, tetapi melihat perubahan kehidupan masyarakat,” katanya.

    Menurutnya, keberhasilan pengelolaan dana desa tidak cukup diukur dari lengkapnya administrasi maupun tingginya realisasi anggaran. Hal yang jauh lebih penting adalah sejauh mana anggaran tersebut mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa.

    Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, lembaga pengawasan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk menciptakan tata kelola dana desa yang akuntabel dan berorientasi pada hasil.

    “Dari anggaran yang akuntabel, lahir pembangunan yang dipercaya masyarakat,” pungkas Cerint.(Alpin)



  • Hari Kedua Pelatihan Kewirausahaan, Kadis Koperasi Sumbar Tekankan Pentingnya Kekompakan dan Rapat Anggota

    Padang — nrtvnews.com Hari kedua kegiatan Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan bagi Anggota dan Pengurus Koperasi diisi dengan materi yang menekankan pentingnya kekompakan, kerja sama, serta kemampuan pengurus dan anggota dalam mengembangkan usaha koperasi.

    Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. Endrizal, SE., M.Si., mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa membangun hubungan kerja sama yang baik di dalam koperasi. Menurutnya, koperasi akan sulit berkembang apabila pengurus dan anggotanya tidak kompak.

    Pesan tersebut disampaikan melalui filosofi Minangkabau, “Duduk basamo balapang-lapang, duduk surang basampik-sampik.” Ungkapan ini mengandung makna bahwa persoalan akan terasa lebih ringan ketika dibicarakan dan diselesaikan bersama. Sebaliknya, jika segala sesuatu dihadapi seorang diri, ruang untuk mencari solusi menjadi lebih sempit.

    Karena itu, Endrizal menekankan agar seluruh pengurus dan anggota koperasi selalu akur, terbuka dalam berkomunikasi, serta rutin melaksanakan rapat anggota koperasi. Rapat bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi wadah penting untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi usaha, mengambil keputusan bersama, dan menentukan arah pengembangan koperasi.

    Koperasi Perlu Berani Mencari Peluang Usaha

    Dalam pemaparannya, Endrizal juga mengakui bahwa kondisi koperasi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. “Koperasi sekarang ini jalannya agak terseok-seok,” ujarnya, sembari mendorong peserta agar tidak hanya bertahan dengan pola usaha lama, tetapi berani melihat peluang yang memiliki prospek keuntungan.

    Salah satu pengalaman yang dibagikannya adalah terkait pengadaan pisang barangan, komoditas yang menurutnya memiliki harga cukup baik dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha.

    Pengalaman tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa koperasi harus mampu membaca kebutuhan pasar. Dengan perencanaan yang tepat, kerja sama antaranggota, serta pengelolaan usaha yang profesional, koperasi dapat bergerak dari sekadar organisasi anggota menjadi kekuatan ekonomi yang menghasilkan manfaat nyata.

    Kunci Koperasi: Kompak, Aktif dan Mau Berinovasi

    Materi yang disampaikan Endrizal memberikan pesan penting kepada seluruh peserta pelatihan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh modal. Kekompakan pengurus dan anggota, rapat anggota yang aktif, kemampuan membaca peluang pasar, serta keberanian mengembangkan usaha merupakan bagian penting dalam membangun koperasi yang sehat.

    Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan kewirausahaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan koperasi masing-masing.

    Dengan semangat “duduk basamo balapang-lapang”, koperasi diharapkan mampu memperkuat kebersamaan, menemukan solusi atas berbagai persoalan, dan menciptakan peluang usaha baru yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota.(Alpin)



  • Oleh : Alpin (Penggiat Media & Medsos)

    Mengenal Sosok H. Mochklasin, S.Si, MM,MBA. Santun, Peduli, dan Dekat dengan Masyarakat Pesisir Selatan

    Oleh : Alpin (Penggiat Media & Medsos)

    Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, sosok pemimpin yang mampu hadir dengan kesantunan, kepedulian, dan ketulusan tentu memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satu sosok yang dikenal memiliki karakter tersebut adalah H. Mochklasin, S.Si, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Bagi masyarakat yang mengenalnya secara dekat, H. Mochklasin bukan hanya seorang politisi dan wakil rakyat. Ia dikenal sebagai pribadi yang santun dalam bergaul, mudah ditemui, suka membantu, serta memiliki perhatian yang besar terhadap persoalan masyarakat.

    Santun dalam Bergaul

    Kesantunan menjadi salah satu karakter yang melekat dalam diri H. Mochklasin. Dalam berinteraksi dengan masyarakat, ia berusaha menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Tidak membedakan latar belakang, status sosial, maupun profesi seseorang, ia dapat berkomunikasi dengan berbagai kalangan secara terbuka dan penuh rasa hormat.

    Cara berkomunikasi yang sederhana dan tidak berjarak membuat banyak masyarakat merasa nyaman menyampaikan persoalan kepadanya. Bagi H. Mochklasin, menjadi wakil rakyat bukan sekadar menjalankan tugas di gedung parlemen, tetapi juga mendengarkan suara masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

    Ringan Tangan dan Suka Membantu

    Salah satu hal yang membuat H. Mochklasin mendapat tempat di tengah masyarakat adalah kepeduliannya kepada orang lain. Ketika ada masyarakat yang datang membawa persoalan, ia berusaha memberikan perhatian dan mencarikan jalan keluar sesuai kemampuan dan kewenangannya.

    Bagi dirinya, membantu sesama tidak harus selalu dalam bentuk materi. Memberikan informasi, mencarikan solusi, menghubungkan seseorang dengan pihak yang tepat, ataupun sekadar memberikan semangat ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan juga merupakan bentuk kepedulian.

    Sikap inilah yang membuat masyarakat mengenalnya sebagai sosok yang tidak mudah menutup pintu bagi orang yang membutuhkan pertolongan.

    Pribadi yang Dekat dengan Nilai-Nilai Keagamaan

    Di balik aktivitasnya sebagai seorang politisi, H. Mochklasin dikenal sebagai pribadi yang berusaha menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

    Ketaatan kepada Allah SWT tercermin dari sikapnya yang senantiasa berusaha menjaga hubungan dengan Allah sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Baginya, jabatan dan amanah merupakan sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Allah SWT.

    Keyakinan tersebut menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian. Ia berusaha memandang kekuasaan sebagai amanah untuk memberikan manfaat, bukan sebagai sesuatu yang harus dibanggakan.

    Selalu Berusaha Memberikan Jalan

    Salah satu karakter H. Mochklasin yang dirasakan oleh masyarakat adalah kebiasaannya untuk berusaha memberikan jalan atau solusi ketika seseorang datang membawa persoalan.

    Tidak semua masalah memang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, kepedulian terlihat dari kesediaannya mendengarkan, memahami masalah, kemudian berusaha mencari kemungkinan jalan keluarnya.

    Sikap tersebut menjadi penting bagi seorang wakil rakyat. Masyarakat terkadang tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga membutuhkan seseorang yang mau mendengar keluhan mereka dan mengatakan, “Mari kita cari jalan keluarnya bersama.”

    Semangat itulah yang membuat kehadiran H. Mochklasin di tengah masyarakat memiliki arti tersendiri.

    Perhatian Luar Biasa kepada Masyarakat Pesisir Selatan

    Perhatian H. Mochklasin terhadap masyarakat Pesisir Selatan (Pessel) juga menjadi bagian penting dari kiprahnya sebagai wakil rakyat.

    Pessel memiliki wilayah yang luas dengan karakter masyarakat yang beragam. Persoalan masyarakat pun tidak sedikit, mulai dari ekonomi, pendidikan, infrastruktur, pertanian, nelayan, hingga persoalan sosial yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai wakil rakyat yang memiliki keterkaitan kuat dengan masyarakat Pessel, H. Mochklasin berusaha menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat. Ia tidak ingin hubungan dengan masyarakat hanya terjadi ketika momentum politik tiba. Sebaliknya, silaturahmi dan perhatian kepada masyarakat perlu terus dijaga dalam keadaan apa pun.

    Bahkan ketika masyarakat menghadapi musibah, kehadiran dan kepedulian menjadi sesuatu yang sangat berarti. Turun langsung, mendengar kondisi masyarakat, serta membantu sesuai kemampuan merupakan bentuk nyata bahwa kepedulian kepada masyarakat tidak boleh berhenti hanya pada kata-kata.

    Wakil Rakyat yang Berusaha Hadir

    Menjadi anggota DPRD berarti menerima sebuah amanah besar. Di satu sisi, seorang wakil rakyat harus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Namun di sisi lain, ia juga harus tetap dekat dengan masyarakat yang memberikan kepercayaan.

    H. Mochklasin berusaha menjalankan kedua sisi amanah tersebut. Di parlemen ia menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, sementara di tengah masyarakat ia berusaha hadir sebagai pribadi yang terbuka terhadap aspirasi dan persoalan warga.

    Inilah yang membuat sosoknya tidak hanya dapat dilihat dari jabatan politik yang diembannya, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang dibangunnya dengan masyarakat.

    Keteladanan dari Kesederhanaan

    Pada akhirnya, seorang tokoh tidak hanya dikenang karena jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga karena bagaimana ia memperlakukan orang lain.

    H. Mochklasin, S.Si berusaha menunjukkan bahwa menjadi seorang wakil rakyat dapat dijalankan dengan kesantunan, kerendahan hati, kepedulian, dan semangat membantu sesama. Ia berusaha menjadikan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari pengabdiannya.

    Bagi masyarakat Pesisir Selatan, sosok seperti ini tentu sangat berarti. Sebab masyarakat membutuhkan wakil yang bukan hanya mampu berbicara di ruang sidang, tetapi juga mau mendengar di tengah masyarakat, hadir ketika dibutuhkan, dan berusaha mencarikan jalan ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

    Semoga pengabdian H. Mochklasin, S.Si terus memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya masyarakat Pesisir Selatan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan kepadanya dalam menjalankan amanah serta terus menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang.

    Karena sejatinya, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya.



  • Pelatihan Kewirausahaan Dorong Koperasi dan UMKM Pesisir Selatan Naik Kelas

    PADANG — nrtvnews.com Upaya memperkuat perekonomian masyarakat Pesisir Selatan terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas pengurus koperasi, anggota koperasi, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Salah satunya melalui Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan bagi Anggota Koperasi dan Pelaku UMKM Angkatan XII, yang berlangsung pada 18–21 Agustus 2026 di UPTD Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi (BPLK) Provinsi Sumatera Barat.

    Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ust. H. Mochklasin, S.Si., MM., MBA. Pelatihan ini merupakan bagian dari program yang diperjuangkan melalui Pokok Pikiran (Pokir) Ust. H. Mochklasin, sebagai langkah konkret dalam mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat Pesisir Selatan.

    Anggaran Lebih dari Rp1 Miliar, Peserta Tembus 700 Orang

    Dalam pelaksanaan program tersebut, Ust. H. Mochklasin menganggarkan lebih dari Rp1 miliar, dengan jumlah peserta secara keseluruhan mencapai lebih dari 700 orang.

    Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, mulai dari Angkatan I hingga Angkatan XIV. Saat ini kegiatan telah memasuki Angkatan XII, dan ditargetkan seluruh rangkaian pelatihan hingga Angkatan XIV dapat dituntaskan pada akhir Agustus 2026.

    Menurut Ust. H. Mochklasin, program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan investasi terhadap kemampuan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan profesional.

    “Langkah konkret ini merupakan lompatan yang sangat baik untuk kemajuan ekonomi masyarakat Pesisir Selatan.”

    Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Membentuk Mental Pengusaha

    Pelatihan kewirausahaan memiliki peran penting bagi pelaku UMKM dan anggota koperasi. Pengetahuan mengenai usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, inovasi produk, hingga kemampuan membaca peluang pasar menjadi bekal penting agar usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

    Bagi pelaku UMKM, peningkatan keterampilan dapat membantu mereka mengubah pola usaha dari sekadar menjual produk menjadi membangun bisnis.

    Sementara bagi koperasi, peningkatan kapasitas pengurus dan anggota diharapkan dapat memperkuat tata kelola serta mendorong koperasi menjadi wadah ekonomi yang benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya.

    Dengan demikian, pelatihan seperti ini dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menciptakan masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan mampu memanfaatkan potensi ekonomi di daerah masing-masing.

    Menyiapkan UMKM Pesisir Selatan Lebih Adaptif

    Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku UMKM dituntut tidak hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

    Kemampuan melakukan pemasaran digital, membuat kemasan yang menarik, menghitung biaya dan keuntungan secara tepat, menjaga kualitas produk, serta membangun jaringan usaha menjadi bagian penting dari pengembangan UMKM saat ini.

    Karena itu, keberlanjutan program pelatihan perlu diikuti dengan pendampingan dan penerapan ilmu yang diperoleh peserta setelah kembali ke lingkungan usaha masing-masing.

    Harapannya, peserta tidak berhenti pada sertifikat atau pengalaman mengikuti pelatihan, tetapi mampu membawa pulang ilmu, keterampilan, jaringan, dan keberanian untuk mengembangkan usaha.

    Diikuti Unsur Pelaksana BPLK Sumbar

    Kegiatan ini diketuai oleh Derni Yanti, SE., Kepala UPTD Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi Provinsi Sumatera Barat, selaku ketua panitia pelaksanaan kegiatan.

    Turut hadir Kepala Seksi Pelaksana, Sudarmadi, SE., MM., bersama jajaran pelaksana kegiatan.

    Pelaksanaan pelatihan di BPLK Provinsi Sumatera Barat diharapkan mampu memberikan suasana belajar yang kondusif bagi para peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan.

    Dari Pelatihan Menuju Dampak Ekonomi

    Program pelatihan dengan peserta lebih dari 700 orang ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi daerah.

    Ke depan, keberhasilan program dapat semakin terlihat apabila ilmu yang diperoleh peserta mampu diterapkan menjadi usaha yang lebih produktif, omzet yang meningkat, lapangan kerja baru, serta koperasi yang semakin kuat.

    Pelatihan boleh selesai, tetapi proses membangun usaha baru saja dimulai.

    Dengan semangat tersebut, program pelatihan kewirausahaan bagi koperasi dan UMKM diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk mendorong Pesisir Selatan yang semakin mandiri secara ekonomi, produktif, dan berdaya saing.(Alpin)



  • Waka Polres Pessel Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Painan

    PAINAN — nrtvnews.com Wakil Kepala Kepolisian Resor Pesisir Selatan (Waka Polres Pessel) Kompol Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah, mewakili Kapolres Pesisir Selatan, menghadiri upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di GOR H. Ilyas Ya’kub, Painan, Senin (17/8/2026) Sore

    Kehadiran Waka Polres Pessel tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

    Dalam momentum kemerdekaan tahun ini, Polres Pesisir Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan, tetapi juga melalui tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di tengah masyarakat.

    “Kemerdekaan bukan sekadar mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tanggung jawab kita untuk menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di tengah masyarakat.”

    Sejalan dengan semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81, masyarakat diharapkan bersama-sama mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif di setiap nagari.

    Menjaga Kamtibmas bukan semata-mata tugas Polri, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Karena itu, sinergi berbagai unsur sangat dibutuhkan, termasuk melalui Tungku Tigo Sajarangan, yakni Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai, bersama pemerintah nagari, pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat.

    Sinergi tersebut diharapkan mampu mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, seperti konflik sosial, balapan liar, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, perjudian, kenakalan remaja, serta berbagai bentuk gangguan Kamtibmas lainnya.

    Momentum kemerdekaan juga menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga nagari, memperkuat persatuan, menjunjung tinggi nilai adat dan agama, serta membudayakan semangat gotong royong demi mewujudkan Pesisir Selatan yang aman, damai, dan sejahtera.

    Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

    Indonesia Berdaulat, Adil, Makmur, Sejahtera, serta Masyarakat Madani yang Bersahaja.

    Merdeka! Merdeka! Merdeka!

    Kamtibmas aman, nagari nyaman, masyarakat sejahtera.(Alpin)



  • Hujan Deras, Bukit Kaciak Amping Parak Timur Terendam Banjir

    Pesisir Selatan — nrtvnews.com Hujan yang mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan sejak sore hingga malam hari menyebabkan banjir di kawasan Bukit Kaciak, Nagari Amping Parak Timur, Kecamatan Sutera, Sabtu 15/8/2026

    Akibat hujan tersebut, air menggenangi sejumlah rumah warga. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat setempat terganggu, terutama warga yang rumahnya berada di kawasan yang kerap terdampak banjir.

    Warga berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, mengingat lokasi Bukit Kaciak merupakan salah satu kawasan yang rawan mengalami banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu cukup lama.

    Masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan langkah penanganan dan pencegahan, seperti mengevaluasi kondisi saluran air serta mencari solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

    Warga juga berharap perhatian pemerintah tidak hanya diberikan saat banjir terjadi, tetapi melalui upaya penanganan yang berkelanjutan agar masyarakat di kawasan rawan banjir Kecamatan Sutera dapat merasa lebih aman saat hujan deras melanda.(Alpin)



  • PDM Pessel Ucapkan Selamat kepada Adisman, S.Pd Usai Selesaikan Sidang Tesis S2

    Pesisir Selatan – nrtvnews.com Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pesisir Selatan menyampaikan ucapan selamat kepada Adisman, S.Pd, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Koto XI Tarusan, yang telah menyelesaikan sidang tesis program magister (S2) di UNISBA PGRI Sumatera Barat, Rabu 12/8/2026

    Ucapan selamat tersebut disampaikan Ketua PDM Kabupaten Pesisir Selatan, Buya H. Aprizal, M.Pd, di Kantor PDM Pessel, Rabu (12/8/2026), di sela-sela pelaksanaan sidang pleno PDM Pessel.

    Buya H. Aprizal menyampaikan bahwa keberhasilan Adisman menyelesaikan pendidikan S2 merupakan sebuah capaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya kader menjadi salah satu perhatian PDM Pesisir Selatan.

    “PDM Pessel selalu memberikan dukungan dan fasilitas bagi kadernya untuk mengembangkan diri serta menambah ilmu pengetahuan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan ikut mencerdaskan umat,” ujar Buya H. Aprizal.

    Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi kader-kader Muhammadiyah lainnya untuk terus meningkatkan pendidikan, kompetensi, dan kapasitas diri.

    Menurutnya, kader Muhammadiyah tidak hanya dituntut aktif dalam menjalankan amanah organisasi, tetapi juga perlu terus mengembangkan wawasan dan keilmuan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.

    PDM Pesisir Selatan juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh Adisman selama menempuh pendidikan S2 dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat serta semakin memperkuat gerakan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah, khususnya di Kecamatan Koto XI Tarusan dan Kabupaten Pesisir Selatan.

    Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kader Muhammadiyah terus didorong untuk tumbuh, berprestasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.(Alpin)