Oleh : Alpin (penggiat Media & Sosmed)

Mengenal Sosok Dr.Era Sukma Munaf, ST.,MT., MM, Dt. Mangkudum Pimpinan Yang Konsisten, Disiplin, dan Humanis

Oleh : Alpin (penggiat Media & Sosmed)

Di balik sebuah jabatan publik, selalu ada sosok manusia dengan karakter, prinsip, dan cara tersendiri dalam menjalankan amanah. Salah satunya adalah Erasukma Munaf, yang lebih dikenal dengan panggilan Era Sukma, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat.

Bagi orang-orang yang mengenalnya secara dekat, Era Sukma bukan sekadar seorang pejabat yang menjalankan tugas administratif dan pemerintahan. Ia dikenal sebagai pribadi yang konsisten, disiplin, humanis, serta mampu membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.

Konsisten dan Disiplin dalam Menjalankan Amanah

Konsistensi menjadi salah satu karakter yang melekat pada sosok Era Sukma. Dalam menjalankan tanggung jawab, ia dikenal tidak mudah berubah hanya karena situasi atau tekanan tertentu. Prinsip kerja dan komitmen terhadap tugas menjadi bagian penting dari kesehariannya.

Disiplin juga menjadi nilai yang ia pegang. Baginya, pekerjaan bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Sikap tersebut membuatnya mampu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Humanis dan Mudah Berkomunikasi dengan Siapa Saja

Hal lain yang menarik dari sosok Era Sukma adalah kemampuannya berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia tidak membatasi pergaulan berdasarkan jabatan, latar belakang, ataupun status sosial.

Dalam berinteraksi, ia dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan mudah diajak berbicara. Tidak mengherankan jika banyak orang merasa nyaman berdiskusi dengannya, termasuk ketika membicarakan persoalan pribadi maupun pekerjaan.

Sikap humanis tersebut membuat komunikasi yang dibangunnya terasa lebih cair. Ia mampu menempatkan dirinya sesuai dengan siapa yang sedang diajak berbicara, tanpa kehilangan sikap profesional sebagai seorang pejabat pemerintahan.

Tidak Gemar Membicarakan Keburukan Orang Lain

Salah satu karakter yang membuat sosok Era Sukma berbeda adalah sikapnya dalam menjaga pembicaraan. Ia dikenal tidak gemar membicarakan keburukan orang lain, apalagi menjadikan kekurangan seseorang sebagai bahan pembicaraan.

Sikap ini menunjukkan kematangan dalam membangun hubungan sosial. Ia lebih memilih membicarakan solusi, pekerjaan, dan hal-hal yang dapat memberikan manfaat daripada memperbesar persoalan atau mencari kesalahan orang lain.

Prinsip tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang merasa aman ketika berbicara dengannya.

Menjadi Tempat Berbagi dan Dipercaya Banyak Kalangan

Kepercayaan tidak lahir dalam satu malam. Ia tumbuh dari sikap konsisten, kemampuan menjaga rahasia, serta kematangan seseorang dalam menyikapi berbagai persoalan.

Era Sukma dikenal sebagai sosok yang mampu menjadi tempat berbagi cerita dan berdiskusi bagi banyak orang. Bahkan, kedekatan dan rasa percaya tersebut membuat sejumlah pejabat di Sumatera Barat merasa nyaman menjadikannya sebagai tempat bertukar pikiran dan mencurahkan berbagai persoalan.

Menjadi tempat seseorang bercerita tentu bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kemampuan untuk mendengarkan tanpa menghakimi, memahami tanpa memperkeruh keadaan, dan memberikan pandangan tanpa merasa paling benar. Di sinilah sisi humanis Era Sukma terlihat.

Cerdas Secara Akademik dan Emosional

Kecerdasan seseorang tidak selalu dapat diukur hanya dari gelar akademik. Dalam kehidupan birokrasi dan kepemimpinan, kemampuan memahami manusia, membaca situasi, mengendalikan emosi, serta mengambil keputusan secara bijaksana juga merupakan bentuk kecerdasan yang sangat penting.

Era Sukma memiliki dua sisi tersebut, kecerdasan akademik dan kecerdasan emosional.

Latar belakang akademik dan pengalaman profesional membentuk kemampuan berpikirnya, sementara pengalaman berinteraksi dengan banyak orang membentuk kematangan emosionalnya.

Kombinasi keduanya membuatnya mampu melihat persoalan tidak hanya dari sisi aturan dan pekerjaan, tetapi juga dari sisi manusia yang berada di balik sebuah persoalan.

Memimpin dengan Pendekatan Manusiawi

Sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat, tugas yang diemban Era Sukma tentu tidak ringan. Dunia kebencanaan membutuhkan kecepatan, ketepatan, koordinasi, sekaligus kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang sering kali penuh tekanan.

Dalam kondisi seperti itu, karakter seorang pemimpin sangat menentukan. Ketegasan dibutuhkan, tetapi empati juga tidak boleh hilang. Disiplin penting, tetapi komunikasi dan kemampuan memahami kondisi orang lain juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Sosok Era Sukma memperlihatkan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus ditampilkan dengan suara keras atau sikap yang kaku. Kepemimpinan juga dapat hadir melalui ketenangan, konsistensi, kemampuan mendengar, dan cara memperlakukan orang lain dengan baik.

Sosok yang Menjaga Kepercayaan

Pada akhirnya, salah satu ukuran penting dari seorang pemimpin bukan hanya seberapa tinggi jabatannya, tetapi seberapa besar kepercayaan yang mampu ia jaga.

Era Sukma Munaf dikenal sebagai sosok yang konsisten, disiplin, komunikatif, humanis, serta mampu menjaga dirinya dari kebiasaan membicarakan keburukan orang lain. Ia juga dikenal mampu membangun ruang komunikasi yang membuat banyak orang merasa nyaman untuk berbagi.

Karakter seperti ini menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai seorang pejabat publik. Sebab, birokrasi bukan hanya tentang aturan, target, dan administrasi, tetapi juga tentang manusia, kepercayaan, dan hubungan antarmanusia.

Era Sukma adalah gambaran bahwa kecerdasan seorang pemimpin tidak hanya terlihat dari kemampuan berpikir, tetapi juga dari kemampuannya memahami manusia. Dan mungkin, justru karena itulah banyak orang memilih datang kepadanya ketika membutuhkan tempat untuk berbicara bukan sekadar untuk mendapatkan jawaban, tetapi untuk mendapatkan seseorang yang mau mendengarkan dengan tulus.