
Hari Kedua Pelatihan Kewirausahaan, Kadis Koperasi Sumbar Tekankan Pentingnya Kekompakan dan Rapat Anggota
Padang — nrtvnews.com Hari kedua kegiatan Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan bagi Anggota dan Pengurus Koperasi diisi dengan materi yang menekankan pentingnya kekompakan, kerja sama, serta kemampuan pengurus dan anggota dalam mengembangkan usaha koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. Endrizal, SE., M.Si., mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa membangun hubungan kerja sama yang baik di dalam koperasi. Menurutnya, koperasi akan sulit berkembang apabila pengurus dan anggotanya tidak kompak.

Pesan tersebut disampaikan melalui filosofi Minangkabau, “Duduk basamo balapang-lapang, duduk surang basampik-sampik.” Ungkapan ini mengandung makna bahwa persoalan akan terasa lebih ringan ketika dibicarakan dan diselesaikan bersama. Sebaliknya, jika segala sesuatu dihadapi seorang diri, ruang untuk mencari solusi menjadi lebih sempit.
Karena itu, Endrizal menekankan agar seluruh pengurus dan anggota koperasi selalu akur, terbuka dalam berkomunikasi, serta rutin melaksanakan rapat anggota koperasi. Rapat bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi wadah penting untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi usaha, mengambil keputusan bersama, dan menentukan arah pengembangan koperasi.

Koperasi Perlu Berani Mencari Peluang Usaha
Dalam pemaparannya, Endrizal juga mengakui bahwa kondisi koperasi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. “Koperasi sekarang ini jalannya agak terseok-seok,” ujarnya, sembari mendorong peserta agar tidak hanya bertahan dengan pola usaha lama, tetapi berani melihat peluang yang memiliki prospek keuntungan.
Salah satu pengalaman yang dibagikannya adalah terkait pengadaan pisang barangan, komoditas yang menurutnya memiliki harga cukup baik dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa koperasi harus mampu membaca kebutuhan pasar. Dengan perencanaan yang tepat, kerja sama antaranggota, serta pengelolaan usaha yang profesional, koperasi dapat bergerak dari sekadar organisasi anggota menjadi kekuatan ekonomi yang menghasilkan manfaat nyata.

Kunci Koperasi: Kompak, Aktif dan Mau Berinovasi
Materi yang disampaikan Endrizal memberikan pesan penting kepada seluruh peserta pelatihan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh modal. Kekompakan pengurus dan anggota, rapat anggota yang aktif, kemampuan membaca peluang pasar, serta keberanian mengembangkan usaha merupakan bagian penting dalam membangun koperasi yang sehat.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan kewirausahaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan koperasi masing-masing.

Dengan semangat “duduk basamo balapang-lapang”, koperasi diharapkan mampu memperkuat kebersamaan, menemukan solusi atas berbagai persoalan, dan menciptakan peluang usaha baru yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota.(Alpin)

