
Pelatihan Kewirausahaan Dorong Koperasi dan UMKM Pesisir Selatan Naik Kelas
PADANG — nrtvnews.com Upaya memperkuat perekonomian masyarakat Pesisir Selatan terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas pengurus koperasi, anggota koperasi, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satunya melalui Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan bagi Anggota Koperasi dan Pelaku UMKM Angkatan XII, yang berlangsung pada 18–21 Agustus 2026 di UPTD Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi (BPLK) Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ust. H. Mochklasin, S.Si., MM., MBA. Pelatihan ini merupakan bagian dari program yang diperjuangkan melalui Pokok Pikiran (Pokir) Ust. H. Mochklasin, sebagai langkah konkret dalam mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat Pesisir Selatan.

Anggaran Lebih dari Rp1 Miliar, Peserta Tembus 700 Orang
Dalam pelaksanaan program tersebut, Ust. H. Mochklasin menganggarkan lebih dari Rp1 miliar, dengan jumlah peserta secara keseluruhan mencapai lebih dari 700 orang.
Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, mulai dari Angkatan I hingga Angkatan XIV. Saat ini kegiatan telah memasuki Angkatan XII, dan ditargetkan seluruh rangkaian pelatihan hingga Angkatan XIV dapat dituntaskan pada akhir Agustus 2026.
Menurut Ust. H. Mochklasin, program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan investasi terhadap kemampuan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan profesional.
“Langkah konkret ini merupakan lompatan yang sangat baik untuk kemajuan ekonomi masyarakat Pesisir Selatan.”
Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Membentuk Mental Pengusaha
Pelatihan kewirausahaan memiliki peran penting bagi pelaku UMKM dan anggota koperasi. Pengetahuan mengenai usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, inovasi produk, hingga kemampuan membaca peluang pasar menjadi bekal penting agar usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.
Bagi pelaku UMKM, peningkatan keterampilan dapat membantu mereka mengubah pola usaha dari sekadar menjual produk menjadi membangun bisnis.

Sementara bagi koperasi, peningkatan kapasitas pengurus dan anggota diharapkan dapat memperkuat tata kelola serta mendorong koperasi menjadi wadah ekonomi yang benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya.
Dengan demikian, pelatihan seperti ini dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menciptakan masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan mampu memanfaatkan potensi ekonomi di daerah masing-masing.
Menyiapkan UMKM Pesisir Selatan Lebih Adaptif
Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku UMKM dituntut tidak hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Kemampuan melakukan pemasaran digital, membuat kemasan yang menarik, menghitung biaya dan keuntungan secara tepat, menjaga kualitas produk, serta membangun jaringan usaha menjadi bagian penting dari pengembangan UMKM saat ini.
Karena itu, keberlanjutan program pelatihan perlu diikuti dengan pendampingan dan penerapan ilmu yang diperoleh peserta setelah kembali ke lingkungan usaha masing-masing.
Harapannya, peserta tidak berhenti pada sertifikat atau pengalaman mengikuti pelatihan, tetapi mampu membawa pulang ilmu, keterampilan, jaringan, dan keberanian untuk mengembangkan usaha.
Diikuti Unsur Pelaksana BPLK Sumbar
Kegiatan ini diketuai oleh Derni Yanti, SE., Kepala UPTD Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi Provinsi Sumatera Barat, selaku ketua panitia pelaksanaan kegiatan.
Turut hadir Kepala Seksi Pelaksana, Sudarmadi, SE., MM., bersama jajaran pelaksana kegiatan.
Pelaksanaan pelatihan di BPLK Provinsi Sumatera Barat diharapkan mampu memberikan suasana belajar yang kondusif bagi para peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan.
Dari Pelatihan Menuju Dampak Ekonomi
Program pelatihan dengan peserta lebih dari 700 orang ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi daerah.
Ke depan, keberhasilan program dapat semakin terlihat apabila ilmu yang diperoleh peserta mampu diterapkan menjadi usaha yang lebih produktif, omzet yang meningkat, lapangan kerja baru, serta koperasi yang semakin kuat.
Pelatihan boleh selesai, tetapi proses membangun usaha baru saja dimulai.
Dengan semangat tersebut, program pelatihan kewirausahaan bagi koperasi dan UMKM diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk mendorong Pesisir Selatan yang semakin mandiri secara ekonomi, produktif, dan berdaya saing.(Alpin)

