Warga Pesisir Selatan Keluhkan Beras Bantuan Bulog Berbau dan Diduga Tak Layak Konsumsi

PESISIR SELATAN— nrtvnews.com Bantuan beras dari Bulog yang diperuntukkan bagi masyarakat Pesisir Selatan menuai keluhan. Sejumlah masyarakat penerima bantuan mempertanyakan kualitas beras yang mereka terima karena disebut memiliki bau yang tidak sedap dan diduga tidak layak untuk dikonsumsi.

Beras bantuan tersebut dari Bulog diterima oleh Wali Nagari Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan kemudian disalurkan oleh perangkat nagari kepada masyarakat penerima bantuan.

Salah seorang masyarakat penerima bantuan mengaku kecewa dengan kondisi beras yang diterimanya. Menurutnya, beras tersebut mengeluarkan aroma yang tidak sedap sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk dikonsumsi.

“Berasnya bau dan kami khawatir untuk dimakan. Bahkan ayam saja tidak mau memakannya,” ujar salah seorang penerima bantuan.

Keluhan ini tentu menjadi perhatian serius mengingat bantuan beras diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Bantuan pangan seharusnya memiliki kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Masyarakat Pertanyakan Pengawasan

Masyarakat Pesisir Selatan berharap bantuan beras yang diberikan pemerintah melalui Bulog benar-benar merupakan beras yang layak konsumsi.

“Kalau memang bantuan untuk masyarakat miskin, kami berharap beras yang diberikan adalah beras yang layak dan bagus untuk dimakan. Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan justru menerima beras dengan kualitas yang dipertanyakan,” kata penerima bantuan tersebut.

Kondisi ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Bagaimana sebenarnya proses pemeriksaan kualitas beras sebelum didistribusikan kepada masyarakat?

Apakah beras yang akan disalurkan sudah melalui pemeriksaan kondisi fisik, aroma, kebersihan dan kelayakan konsumsinya? Lalu, bagaimana mekanisme pengawasan mulai dari gudang hingga sampai ke tangan masyarakat?

Pertanyaan lainnya juga tertuju kepada pemerintah daerah maupun pemerintahan nagari yang menerima dan menyalurkan bantuan tersebut. Apakah kondisi beras sudah diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat?

Jangan Sampai Program Bantuan Justru Mengecewakan Masyarakat

Program bantuan pangan merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kualitas bantuan menjadi hal yang sangat penting.

Masyarakat berharap persoalan ini tidak dianggap sepele. Jika benar ditemukan beras yang berbau, berkualitas buruk atau tidak layak konsumsi, mereka meminta agar segera dilakukan pemeriksaan dan penggantian terhadap beras tersebut.

Presiden Prabowo Subianto juga kerap menekankan pentingnya bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, masyarakat mempertanyakan apabila di lapangan justru ditemukan bantuan pangan dengan kualitas yang dianggap tidak sesuai harapan.

“Presiden selalu menggaungkan bantuan beras untuk masyarakat miskin. Tentunya kami berharap beras yang diberikan benar-benar layak dimakan. Kalau kualitasnya seperti ini, kami mempertanyakan sebenarnya apa yang terjadi dalam proses distribusinya,” ungkap warga.

Perlu Pemeriksaan dan Penjelasan Resmi

Persoalan ini sebaiknya segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap sampel beras yang dikeluhkan masyarakat. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh pihak Bulog bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan apakah beras tersebut masih memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Jika hasil pemeriksaan menyatakan beras tidak layak konsumsi, masyarakat tentu berharap ada penggantian bantuan serta evaluasi terhadap proses penyimpanan dan distribusinya.

Sebaliknya, apabila beras dinyatakan masih layak, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab munculnya bau tidak sedap yang mereka keluhkan.

Jangan sampai niat baik pemerintah memberikan bantuan pangan kepada masyarakat justru berujung pada kekecewaan. Bantuan untuk masyarakat harus berkualitas, aman, dan benar-benar layak dikonsumsi.(Alpin)