Author: alpin


  • Putra Hadi & Suci Wulandari Resmi Menikah, Resepsi Digelar Meriah di Puluik – Puluik

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews. info Kabar bahagia datang dari pasangan Putra Hadi, ST dan Suci Wulandari, S.Pd yang resmi mengikat janji suci pernikahan pada Jumat, 3 April 2026. Prosesi akad nikah berlangsung khidmat di Masjid Nurul Iman, Calau, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.

    Putra Hadi merupakan putra ketiga dari pasangan Bapak Erwanto, SH dan Ibu Syafnidar, S.Pd. Sementara itu, mempelai wanita, Suci Wulandari, S.Pd adalah putri ketiga dari Bapak Erman dan Ibu Sabarni.

    Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti jalannya akad nikah yang dihadiri keluarga besar, kerabat, serta masyarakat sekitar. Dengan satu tarikan napas, ijab kabul berhasil diucapkan dengan lancar, menandai sahnya kedua mempelai sebagai pasangan suami istri.

    Sebagai bentuk syukur dan berbagi kebahagiaan, resepsi pernikahan digelar pada Rabu, 8 April 2026 di Kampung Puluik, tepatnya di kawasan Puluik Jembatan Akar, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan. Acara resepsi berlangsung meriah dengan kehadiran tamu undangan dari berbagai daerah.

    Masyarakat setempat turut memberikan doa dan harapan terbaik bagi kedua mempelai agar senantiasa diberi kebahagiaan, keharmonisan, serta keberkahan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

    Pernikahan ini menjadi momen istimewa yang tidak hanya mempererat dua keluarga besar, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.(Alpin)



  • PMI Pesisir Selatan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batangkapas

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah yang terjadi di Kampung Anakan, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Kecamatan Batangkapas, Selasa 6/4/2026

    Dalam kegiatan distribusi bantuan yang dilakukan pada Senin (6/4), tim yang diterjunkan berjumlah enam orang, terdiri dari empat staf dan dua relawan PMI. Selain itu, turut terlibat dua personel dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), yakni Kepala Markas Aldianto Chan dan staf Riri Tri Utami.

    Proses distribusi bantuan di lapangan dilaksanakan oleh empat petugas, yaitu Riko Leo Nardo, Fauziah, Edwin, dan Maizon April. Mereka menyalurkan berbagai kebutuhan mendesak bagi korban terdampak kebakaran.

    Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, hygiene kit, pakaian layak pakai, baskom, serta peralatan seperti sekop dan cangkul. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakejadian.

    Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran tersebut mengakibatkan satu unit rumah hangus terbakar dan berdampak pada dua kepala keluarga (KK).

    Dalam mendukung kegiatan ini, PMI juga mengerahkan satu unit ambulans gawat darurat sebagai kendaraan operasional. Sementara itu, posko penanganan didirikan di Markas PMI Kabupaten Pesisir Selatan dengan dukungan tiga personel. Posko tersebut dilengkapi fasilitas seperti laptop, printer, jaringan internet, serta alat tulis kantor guna menunjang kelancaran administrasi dan koordinasi.

    PMI Pesisir Selatan memastikan akan terus memantau kondisi korban dan siap memberikan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.(Alpin)



  • 24 Siswa SMAN 1 Tarusan Lolos SNBP 2026, Alami Penurunan dari Tahun Sebelumnya

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Sebanyak 24 siswa SMAN 1 Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

    SNBP merupakan jalur seleksi yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik siswa, khususnya nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5.

    Dari total 24 siswa yang diterima, beberapa di antaranya berhasil menembus perguruan tinggi ternama di Indonesia. Salah satunya adalah Amanda Jumalia Putri yang diterima di Institut Pertanian Bogor. Amanda merupakan putri dari Bapak Jumawel Fafitoma dan Ibu Leli Maisarah, cucu dari Syafril Aciak Gurun Panjang Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan.

    Selain itu, beberapa siswa lainnya juga diterima di berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Jambi (Unja), Poltekkes Kemenkes Padang, dan Universitas Sumatera Utara (USU). Di antaranya adalah Zahra Nurhaliza, Keysa Khairatunisa, dan Lira Finasari.

    Kepala SMAN 1 Tarusan, Ageung Sopian, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa, meskipun jumlah yang diterima tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Pada tahun lalu, jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBP mencapai 28 orang, sementara tahun ini sebanyak 24 orang. Meski menurun, ini tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.

    Pihak sekolah berharap ke depan jumlah siswa yang diterima di PTN melalui jalur prestasi dapat terus meningkat, seiring dengan peningkatan kualitas akademik dan prestasi siswa.(Alpin)



  • Oleh : Alpin PDM Pessel & Pengiat Medsos dan Media

    Mari kita bercermin dari peristiwa yang terjadi dan jadikan sebagai Instrofeksi kita bersama

    Oleh : Alpin PDM Pessel & Pengiat Medsos dan Media

    Dalam sepekan terakhir, Kabupaten Pesisir Selatan seperti sedang bercermin pada dirinya sendiri. Berbagai peristiwa datang silih berganti ada yang membanggakan, ada yang menyedihkan, bahkan ada yang membuat dahi berkerut dan hati bertanya-tanya. Semua itu seolah menjadi rangkaian cerita yang bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan.

    Di awal pekan, kabar tentang pembangunan jembatan gantung di Lumpo menjadi perbincangan hangat. Jembatan itu bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol harapan. Warga yang selama ini kesulitan akses akhirnya bisa tersenyum. Anak-anak sekolah tak lagi harus menempuh jalan berbahaya, petani lebih mudah membawa hasil panen. Dari sini kita belajar bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi tentang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Namun, suasana hangat itu tak berlangsung lama. Kabar duka datang dari seorang warga yang ditemukan meninggal di pinggir sawah. Peristiwa ini menyisakan tanda tanya sekaligus kesedihan mendalam. Dari kejadian ini, kita diingatkan tentang pentingnya kepedulian sosial bahwa kita hidup berdampingan dan tidak boleh abai terhadap kondisi sekitar. Kadang, tragedi terjadi bukan hanya karena keadaan, tetapi juga karena kurangnya perhatian dari lingkungan.

    Belum selesai rasa prihatin itu, muncul lagi data tentang meningkatnya kasus perceraian di daerah ini. Rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi sumber perpecahan. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan rapuhnya komunikasi, ekonomi, dan pemahaman dalam keluarga. Dari sini, kita bisa belajar bahwa membangun keluarga bukan hanya soal cinta di awal, tetapi juga komitmen, kesabaran, dan kemampuan menyelesaikan masalah bersama.

    Di sisi lain, maraknya kasus narkoba juga menjadi alarm keras. Generasi muda yang seharusnya menjadi harapan masa depan justru terjerat dalam lingkaran gelap. Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama orang tua, sekolah, dan masyarakat. Edukasi tentang bahaya narkoba harus terus digaungkan, bukan sekadar sebagai formalitas, tetapi sebagai gerakan nyata.

    Di tengah berbagai kabar berat, berita wisata hadir seperti angin segar. Keindahan alam Pesisir Selatan tetap menjadi daya tarik yang tak terbantahkan. Pantai, pulau, dan budaya lokal terus memikat wisatawan. Namun, di balik itu, ada tanggung jawab besar: menjaga kebersihan, kelestarian, dan citra daerah. Pariwisata yang berkembang tanpa kesadaran justru bisa merusak apa yang seharusnya dijaga.

    Lalu datang kabar dari Mentawai gempa yang mengguncang dan mengingatkan bahwa kita hidup di wilayah yang rawan bencana. Tidak ada yang bisa menghindari alam, tetapi kita bisa bersiap. Edukasi kebencanaan menjadi sangat penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat situasi darurat.

    Di ranah sosial budaya, larangan organ tunggal juga menjadi perhatian. Bukan tanpa alasan, kebijakan ini hadir untuk menjaga ketertiban dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ini menjadi pelajaran bahwa hiburan pun harus punya batas, dan kebebasan tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab.

    Fenomena ” cahaya terang yang melintas di langit sempat membuat heboh warga. Ada yang mengaitkannya dengan hal mistis, ada pula yang mencoba menjelaskannya secara ilmiah. Dari sini, kita belajar pentingnya berpikir kritis tidak mudah percaya pada asumsi, tetapi juga terbuka untuk mencari penjelasan yang logis.

    Menariknya, di tengah semua itu, hadir juga edukasi hukum dari owner DOP yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran hukum. Ini menjadi penyeimbang di antara berbagai peristiwa bahwa selain waspada, kita juga perlu cerdas dalam bersikap dan bertindak sesuai aturan.

    Semua rangkaian berita ini seperti potongan puzzle yang membentuk gambaran besar tentang Pesisir Selatan hari ini. Ada kemajuan, ada tantangan, ada peringatan. Tidak semua kabar menyenangkan, tetapi semuanya bermakna.

    Dari sini kita bisa mengambil satu kesimpulan sederhana, daerah ini adalah milik kita bersama. Apa pun yang terjadi di dalamnya, baik atau buruk, adalah tanggung jawab kita juga. Kewaspadaan, kepedulian, dan kesadaran adalah kunci agar kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari solusi.

    Pesisir Selatan bukan hanya tempat tinggal ia adalah rumah yang harus dijaga.



  • KETUA DPRD PESSEL DARMANSYAH,S.IP APRESIASI SEMANGAT AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH DUKUNG PROGRAM 3 JUTA RUMAH

    Painan, Hibah tanah Nagari Lunang Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap program Nasional 3 juta rumah menjadi viral di media sosial. Sejumlah Tokoh, Pejabat, Perantau, Tokoh Nasional memberikan apresiasi dan pujian. Demikian keterangan Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes saat diwawancara awak media, Minggu (05/04/2036).

    Yang memberikan apresiasi kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah diawali dengan Sekda Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes. saat ini Apresiasi juga diberikan oleh Darmansyah,S.IP ketua DPRD Pesisir Selatan. Alhamdulillah terima kasih banyak atas pertisipasi Wali Nagari Lunang Tengah dan perlu didorong serta dukungan secara bersama, ujar Ketua DPRD Darmansyah.

    Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah secara spontan dalam acara sosialisasi program Nasional 3 Juta Rumah menghibahkan Tanah Nagari untuk program tersebut agar masyarakatnya mendapatkan rumah subsidi, dengan luas 1,5 Ha.

    Setelah acara sosialisasi tersebut Tim Survey LAKAM DPD Pessel yang didampingi oleh Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah dan perangkatnya turun ke lapangan untuk meninjau lokasi tanah tersebut. Berdasarkan hasil survey dan analisa teknis, tanah tersebut memenuhi syarat untuk dibangun perumahan dengan kapasitas 80 – 100 unit rumah type 36 subsidi.(Alpin)



  • DUKUNG PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH, AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH SIAP HIBAHKAN TANAH

    Lunang, Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah memang sungguh luar biasa, karena ia rela menghibahkan tanah lebih kurang 1,5 Ha demi mendukung program Nasional 3 juta rumah untuk warganya.

    Hal ini terungkap saat kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 juta rumah di kantor Camat Lunang, Kamis (02/04/2026). Demikian keterangan Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026). Bahwa ia minta Tim LAKAM DPD Pessel langsung survey lapangan.

    Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes Bandaro Kayo sangat menyambutnya dengan baik, karena sepengetahuan saya ini baru satu satunya di Provinsi Sumatera Barat seorang Wali Nagari Siap menghibahkan Tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta Rumah di Nagarinya. Hal ini segera kami tindaklanjuti dan Insya Allah kami akan fasilitasi secara khusus pula.

    Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes setelah mendapat laporan dari Ketua LAKAM DPD Pessel memberikan apresiasi yang besar kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah atas dukungannya memberikan Hibah tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta rumah di Nagarinya.

    Apa yang dilakukan oleh Wali Nagari Lunang Tengah dapat dijadikan motivasi dan contoh bagi seluruh Wali Nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Saya menghimbau kepada seluruh Camat, Wali Nagari, dan Seluruh Perangkat Pemerintah agar dapat mendukung penuh Program Nasional 3 Juta Rumah ini, ujar Sekda Zainal Arifin.

    Apresiasi yang sama juga diberikan Sekda Zainal Arifin kepada Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan karena, atas Prakarsa LAKAM DPD Pessel terhadap peran serta Wali Nagari untuk memajukan Kabupaten Pesisir Selatan. (Alpin)



  • DUKUNG PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH, AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH SIAP HIBAHKAN TANAH

    Lunang, Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah memang sungguh luar biasa, karena ia rela menghibahkan tanah lebih kurang 1,5 Ha demi mendukung program Nasional 3 juta rumah untuk warganya.

    Hal ini terungkap saat kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 juta rumah di kantor Camat Lunang, Kamis (02/04/2026). Demikian keterangan Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026). Bahwa ia minta Tim LAKAM DPD Pessel langsung survey lapangan.

    Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes Bandaro Kayo sangat menyambutnya dengan baik, karena sepengetahuan saya ini baru satu satunya di Provinsi Sumatera Barat seorang Wali Nagari Siap menghibahkan Tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta Rumah di Nagarinya. Hal ini segera kami tindaklanjuti dan Insya Allah kami akan fasilitasi secara khusus pula.

    Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes setelah mendapat laporan dari Ketua LAKAM DPD Pessel memberikan apresiasi yang besar kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah atas dukungannya memberikan Hibah tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta rumah di Nagarinya.

    Apa yang dilakukan oleh Wali Nagari Lunang Tengah dapat dijadikan motivasi dan contoh bagi seluruh Wali Nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Saya menghimbau kepada seluruh Camat, Wali Nagari, dan Seluruh Perangkat Pemerintah agar dapat mendukung penuh Program Nasional 3 Juta Rumah ini, ujar Sekda Zainal Arifin.

    Apresiasi yang sama juga diberikan Sekda Zainal Arifin kepada Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan karena, atas Prakarsa LAKAM DPD Pessel terhadap peran serta Wali Nagari untuk memajukan Kabupaten Pesisir Selatan. (Alpin)



  • LAKAM DPD PESSEL ADAKAN ADVOKASI & SOSIALISASI PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH DI DUA KECAMATAN PASCA LEBARAN

    Painan, Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan memenuhi undangan Camat Linggo Sari Baganti dan Camat Lunang, Kamis (02/04/2026) di masing masing kantor camat.

    Undangan Camat tersebut dalam rangka Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 Juta rumah, dimana LAKAM DPD Pessel diundang sebagai Narasumbernya. Demikian keterangan Narahubung Program Bobi Nofriadi,SH.,CPLA saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026).

    Kegiatan Advokasi & Sosialisasi diadakan di kantor Camat Linggo Sari Baganti jam 09.00 wib – 11.00 wib dan kantor Camat Lunang jam 14.00 wib – 16.00 wib. Tim LAKAM DPD Pessel yang turut hadir diantaranya dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes, Yaldi Manti Ahmad Dirajo, Bobi Nofriadi,SH.,CPLA, Nori Yulitha,S.IP, Pufima Casro,SE, & Fransisko.

    Peserta Sosialisasi dihadiri oleh Camat, Sekcam, Perangkat Kecamatan, Kepala UPT Puskesmas, Kepala Sekolah, tokoh masyarakat, KUA, dan Pegiat UMKM. Masing masing dihadiri sekitar 40 orang peserta.

    Program Nasional 3 juta rumah merupakan program Strategis Presiden Pribowo Subianto yang berlaku di seluruh wilayah RI, dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan mendapatkan banyak kemudahan seperti Subsidi Bantuan Uang Muka sebesar 4 Juta per unit rumah.

    Selanjutnya dibebaskan dari Pajak PPn & PPh, suku bunga KPR yang rendah (5% flat per tahun), dan Tenor (lamanya kredit) KPR hingga 20 tahun. Spesifikasi rumahnya tunggal Type 36, bangunannya berkualitas, Status kepemilikan SHM, dan harganya 166 juta per unit.

    Sasaran kelompok MBR ini, diantaranya : PNS (golongan tertentu), Pegawai PPPK, Pedagang Pasar, karyawan swasta, pelaku UMKM dan lainnya, ujar Narasumber dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes sekaligus Ketua LAKAM DPD Pessel.

    Secara prinsip Camat, seluruh Wali Nagari, Kepala UPT dan seluruh peserta sosialisasi yang hadir siap mendukung penuh program Nasional 3 juta rumah di masing masing Kecamatan, ujar camat Linggo Sari Baganti dan Sekcam Lunang.(Alpin)



  • Pernikahan Penuh Kehangatan, Vivi Aliyah Putri Handzah & Ariq Novardi Putra Resmi Bersatu, Dihadiri Tokoh Penting

    Painan – nrtvnews.info Kebahagiaan tengah menyelimuti dua keluarga besar dalam momen sakral dan penuh makna, saat Vivi Aliyah Putri Handzah resmi dipersunting oleh Ariq Novardi Putra. Pernikahan pasangan ini menjadi sorotan karena berlangsung khidmat sekaligus meriah, serta dihadiri sejumlah tokoh penting.

    Vivi, putri dari Suhandri dan Zahasanah Fitri, dipersunting oleh Ariq, putra dari Faisal dan Ratna Sari Dewi. Prosesi akad nikah dilangsungkan pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Gedung Graha Pena Pekanbaru dalam suasana khidmat dan penuh haru.

    Sementara itu, acara resepsi digelar dengan meriah pada Kamis, 2 April 2026 di Painan Convention Centre yang berlokasi di Jalan Agus Salim No. 1, Painan. Resepsi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus perayaan kebahagiaan kedua mempelai bersama keluarga, kerabat, dan para undangan.

    Menambah istimewa acara tersebut, turut hadir tokoh penting daerah Yakni Wakil Bupati Pesisir Selatan H.Risnaldi Ibrahim  bersama Istri tercinta, Ketua DPRD Pesisir Selatan H.Darmasyah, S.Ag, Sekretaris Daerah H.Zainal Arifin, Ketua MUI Pessel  Buya H. Mukrizal, Buya H. Mardani, Buya Hirdamli serta Ketua  Dewan Penasehat MUI Pessel  Buya Asli Saan, dan pengurus lainnya. Hadir juga  Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Pessel Buya Dr. Lukman Nurhakim, M.Pd,  Elpinas, S.Kom , Adril Maiyanto, M.Pd,  dan Dr. Mardianton, M.Pd

    Terlihat juga  ketua Tim Percepatan Pembangunan Pessel H.Syaidal Masfiudin.

    Suasana resepsi berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan nilai kekeluargaan yang kental. Ucapan selamat dan doa mengalir dari para tamu yang hadir, berharap agar rumah tangga Vivi dan Ariq senantiasa dilimpahi kebahagiaan, keberkahan, serta keharmonisan.

    Pernikahan ini tidak hanya menjadi momen penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi simbol eratnya hubungan keluarga besar serta kebersamaan masyarakat yang turut merayakan hari bahagia tersebut.(Alpin)



  • DPW IKM RIAU KOLABORASI DENGAN BANK NAGARI SEGERA LUNCURKAN KTA YANG MULTI MANFAAT & BERLAKU SECARA NASIONAL

    Pekanbaru – nrtvnews.info DPW Ikatan Keluarga Minangkabau Provinsi (IKM) Riau & Bank Nagari Cabang Pekanbaru berkolaborasi untuk membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) yang bermanfaat secara Nasional. Demikian keterangan H Agus Sikumbang,SH.,MH saat diwawancara awak media, Rabu (01/04/2026).

    Kebijakan tersebut tertuang dalam kebijakan surat Edaran DPW IKM Riau Nomor : 30.1/DPWIKM/III/2026, tanggal 30 Maret 2026, Tentang Kartu Tanda Anggota (KTA), ujar Agus Sikumbang.

    Ada beberapa hal yang diatur dalam surat edaran tersebut, diantaranya : Kartu Tanda Anggota Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau (KTA DPW IKM) Riau adalah : Kartu Tanda Anggota (KTA) yang dikeluarkan Resmi oleh Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau Provinsi Riau, sesuai dengan aturan, syarat, prosedur, dan Azas manfaat yang telah disepakati, selanjutnya disebut dengan KTA.

    Sebagai dasar hukum dari kebijakan surat edaran tersebut adalah Anggaran Dasar IKM, Anggaran Rumah Tangga IKM, Peraturan Organisasi (PO) IKM, Program Kerja DPW IKM Riau, dan Rapat Pengurus tanggal 30 Maret 2026, bertempat di Warkop Agam Jln Arifin Achmad.

    Registrasi Nomor KTA mempunyai kode khusus, diantaranya : KTA IKM Riau terdiri dari 10 digit dan mempunyai Nomor Register tersendiri dan mempunyai kode khusus tahun pembuatan KTA dan kode khusus Wilayah & Daerah Kabupaten/Kota. Sebagai Contoh Nomor KTA : XX.YY.ZZZZZZ, dimana

    XX : Kode Tahun Pembuatan KTA

    YY : Kode Khusus Wilayah dan Daerah Kab/Kota, sedangkan ZZZZZZ : Nomor Register sesuai dengan urutan pembuatan KTA

    Sasaran KTA ini meliputi :  seluruh Pengurus DPW, Pengurus DPD, Pengurus DPC, & Pengurus DPAC se-Provinsi Riau dan seluruh Anggota IKM yang berdomisili di Provinsi Riau dengan potensi puluhan ribu Kepala Keluarga (KK).

    Masa berlakunya KTA tersebut : adalah berlaku KTA selama 5 tahun, terhitung mulai sejak tanggal pembuatan KTA dan dapat diperpanjang kembali sesuai dengan Peraturan Organisasi IKM.

    Sebagai Syarat untuk mendapatkan KTA IKM Riau adalah harus membuka tabungan pada Bank Nagari Syariah Cabang Pekanbaru dengan saldo minimal Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah), Foto KTP dan Foto diri untuk KTA.

    Azas manfaat KTA ini sangat luar biasa, diantaranya : Bermanfaat sebagai e money, Bermanfaat untuk e Tol, e Parkir, e MRT, e Mall, dan lainnya, Mendapat Discount khusus menginap di Hotel Khusus dan berlaku secara Nasional.

    Selanjutnya Mendapatkan Discount khusus untuk belanja Sembako di gerai sembako UMKM Langkisau Bersama, Mendapatkan harga khusus untuk Pembelian Rumah Subsidi dan Rumah Komersil melalui Akademi Property Indonesia (API). Mendapatkan discount khusus untuk belanja Tekstil, Pakaian, dan sejenisnya.

    Selanjutnya Mendapatkan discount khusus untuk belanja barang elektronik, Otomotif (Motor & Mobil), dan keperluan lainnya, Mendapatkan Discount khusus untuk cucian mobil di Pekanbaru dan Kab/Kota lain se-Riau, Mendapatkan discount khusus untuk perawatan muka dan perawatan kulit, dan Mendapatkan Discount khusus untuk kebutuhan lain sesuai harapan anggota IKM Riau.

    Sebagai mitra strategis KTA IKM ini terdiri dari : Pemetintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, Asosiasi Profesi, Perhotelan, Pegiat/Pelaku UMKM, Lembaga Pendidikan, Bank Nagari Cabang Pekanbaru dan Koperasi, ujar Agus Sikumbang.

    Ketua Panitia Pengukuhan H Jhon Satri,SH.,MH sangat menyambut baik adanya kebijakan DPW IKM Riau untuk membuat edaran tentang Kartu Tanda Anggota (KTA) ini. Yang minat segera hubungi nomor Kontak WA 08136405861.

    Secara prinsip kami dari Panitia Pelaksana siap mengeksekusi kebijakan ini dan kami telah mulai melakukan Pendataan Pengurus dan Anggota IKM, mulai dari DPW, DPD, DPC, & DPAC. Beberapa diantaranya sudah mulai berproses pada Bank Nagari Cabang Pekanbaru sebagai Mitra.

    Di sisi lain, Kepala Cabang Bank Nagari Pekanbaru, Helfiyanrika, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh DPW IKM Riau. Ia menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penerbitan KTA hingga puluhan ribu kartu secara bertahap sesuai skala prioritas.

    Dengan kolaborasi ini, DPW IKM Riau berharap KTA tidak hanya menjadi identitas organisasi, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan anggotanya di seluruh Indonesia.” (Alpin)



  • Disko UMKM di Pesisir Selatan, Soroti Lonjakan Wisata dan Polemik Dukungan Pemerintah

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Kegiatan Disco (diskusi sambil ngopi) digelar di rumah kediaman Ketua KAN Tambang, menghadirkan sejumlah tokoh penting daerah dan pelaku usaha muda. Diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan terkait perkembangan sektor wisata dan UMKM yang tengah menjadi sorotan di Pesisir Selatan, Kamis 26/3/2026

    Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Elpinas, S.Kom. Damyursal, Rahmad Fauzi, serta Firman Joni.

    Diskusi mengangkat isu yang tengah viral, yakni lonjakan kunjungan wisatawan ke Pesisir Selatan, terutama menjelang dan pasca Lebaran. Para peserta menyoroti kesiapan masyarakat, baik dari segi fasilitas maupun mentalitas, dalam menyambut membludaknya wisatawan.

    Selain itu, pembahasan juga berfokus pada perkembangan UMKM yang kian menjamur, khususnya tren minuman kopi yang diwakili oleh usaha Kopi Amour milik Rahmad Fauzi. Produk lokal ini dinilai menjadi salah satu ikon baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

    Namun, dalam diskusi terungkap adanya persoalan di lapangan. Meski pemerintah disebut mendukung UMKM dan berupaya menyediakan wadah usaha yang profesional, kenyataannya beberapa pelaku UMKM di Painan justru menerima surat peringatan (SP) dari pemerintah daerah dalam hal ini Satpol PP.

    Kondisi ini dinilai bertentangan dengan semangat program pemerintah yang ingin memajukan UMKM sebagai pilar kesejahteraan masyarakat.

    Menurut Elpinas, pemerintah seharusnya hadir memberikan ruang dan porsi yang tepat bagi pelaku UMKM sesuai aturan yang berlaku. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak dan konsisten agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

    Diskusi santai tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif di Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Perantau Pasia Pelangai harapkan pemimpin nagari ke depan Arif dan Bijaksana

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Helat pemilihan walinagari tahap kedua di Kabupaten Pesisir Selatan yang akan segera digelar mendapat perhatian serius dari para perantau, khususnya asal Pasia Pelangai. Mereka berharap proses demokrasi di tingkat nagari ini dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan jauh dari praktik politik uang.

    Pemilihan walinagari dinilai sebagai salah satu bentuk demokrasi paling mendasar di Indonesia. Namun, lebih dari sekadar pesta demokrasi, proses ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar berkualitas dan berkarakter.

    Seorang walinagari, menurut para perantau, tidak hanya sekadar memegang jabatan administratif, tetapi juga harus memiliki kepedulian tinggi terhadap kampung halaman, memahami nilai-nilai agama, serta mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di kampung maupun di perantauan.

    Salah seorang perantau, Jafri Usman, menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan pemilihan tersebut. Ia berharap seluruh tahapan pemilihan berjalan dengan prinsip kejujuran, keadilan, amanah, serta keterbukaan.

    “Pemilihan walinagari harus bersih dari praktik politik uang. Ini penting agar pemimpin yang terpilih benar-benar lahir dari kehendak masyarakat,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh perantau lainnya, Murisal praktisi Pendidikan  Ia menekankan bahwa pemilihan walinagari seharusnya menjadi ajang demokrasi yang sehat, bukan ajang transaksional.

    “Jangan memilih karena uang. Pilihlah calon yang benar-benar memiliki visi untuk memajukan nagari. Pemimpin yang baik akan mampu bersinergi dengan perantau demi kemajuan bersama,” katanya.

    Para perantau juga menilai pentingnya membangun sinergi antara pemerintah nagari dan masyarakat, termasuk perantau, sebagai salah satu kunci utama dalam mendorong pembangunan daerah.

    Dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilihan walinagari tahap kedua, harapan besar pun disematkan agar proses ini dapat menjadi contoh demokrasi yang berkualitas, bermartabat, dan membawa kemajuan nyata bagi nagari di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)