
Waka Polres Pesisir Selatan Kompol Syafrizen Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas: Jauhi Narkoba, Judi Online, dan Tawuran
PAINAN — nrtvnews.com Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Pesisir Selatan, Kompol Syafrizen, S.H.,yang dikenal dengan gelar Datuk Rang Batuah atau Ustd Zen Hoki (UZH), mengajak masyarakat memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pesan tersebut disampaikan dalam tausiah keagamaan di Masjid Agung Al Amilin, Painan, menjelang pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Dalam ceramahnya, Kompol Syafrizen menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan tugas bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, Selasa 20/10/2026
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga keluarga, kita jaga kampung, dan kita jaga anak kemenakan,” menjadi pesan utama yang ditekankannya dalam tausiah tersebut.
Keamanan dan kepedulian sebagai bagian dari ibadah
Di hadapan jemaah, Kompol Syafrizen mengingatkan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga merupakan bagian dari amal kebaikan yang sejalan dengan ajaran Islam.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2 yang berbunyi, “Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā,” yang berarti, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa.”
Menurutnya, nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu, melindungi sesama, mencegah kejahatan, serta menjaga lingkungan dari berbagai perilaku yang dapat merugikan masyarakat.
Kompol Syafrizen juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat. Polisi membutuhkan dukungan warga dalam menjaga keamanan, sementara masyarakat membutuhkan kehadiran polisi untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Dengan komunikasi yang baik serta kepedulian bersama, berbagai potensi gangguan keamanan diharapkan dapat dicegah sejak dini.
Narkoba, judi online, dan tawuran menjadi perhatian bersama
Dalam tausiahnya, Kompol Syafrizen turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah persoalan sosial yang dapat mengancam masa depan generasi muda, terutama penyalahgunaan narkoba, perjudian daring atau judi online, serta kenakalan remaja dan tawuran.
Ia mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka, membangun komunikasi yang terbuka dalam keluarga, dan tidak mengabaikan perubahan perilaku yang patut diwaspadai.
Penyalahgunaan narkoba, katanya, bukan hanya merusak kesehatan dan akal, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan seseorang serta mengganggu keharmonisan keluarga.
Sementara itu, judi online dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kerugian finansial, lilitan utang, konflik rumah tangga, hingga berpotensi mendorong terjadinya tindak pidana.
Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah tergiur janji memperoleh kekayaan secara instan. Rezeki yang baik dan berkah harus diupayakan melalui jalan yang halal, kerja keras, serta usaha yang bertanggung jawab.
Terkait kenakalan remaja dan tawuran, Kompol Syafrizen mengajak masyarakat untuk tidak semata-mata memandang anak-anak yang terlibat sebagai sumber masalah. Sebaliknya, mereka perlu mendapatkan perhatian, pendampingan, dan pembinaan agar dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih baik.
Ia mendorong keluarga, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar untuk mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif, seperti pendidikan keagamaan, olahraga, kegiatan kepemudaan, dan aktivitas sosial yang bermanfaat.
Tungku Tigo Sajarangan, kekuatan sosial masyarakat Minangkabau
Mengangkat kearifan lokal Minangkabau, Kompol Syafrizen mengingatkan pentingnya falsafah Tungku Tigo Sajarangan sebagai landasan memperkuat kehidupan bermasyarakat.
Falsafah tersebut mencerminkan peran tiga unsur penting dalam masyarakat Minangkabau, yakni ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai.
Ninik mamak memiliki peran membimbing anak kemenakan melalui nilai-nilai adat. Alim ulama membina umat berdasarkan ajaran agama, sedangkan cadiak pandai memberikan pandangan dan solusi melalui ilmu pengetahuan serta pengalaman.
Menurutnya, apabila ketiga unsur tersebut bersinergi dengan pemerintah, TNI-Polri, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat, berbagai persoalan sosial akan lebih mudah dihadapi melalui pendekatan yang bijaksana dan mengedepankan musyawarah.
Nilai adat dan agama, lanjutnya, merupakan kekuatan penting yang harus terus dijaga untuk membangun masyarakat yang berkarakter, saling menghormati, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Sinergi tersebut juga menjadi modal sosial dalam mencegah konflik, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan suasana kehidupan yang tenteram di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menghormati hukum dan menghindari tindakan main hakim sendiri
Selain mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan, Kompol Syafrizen mengingatkan pentingnya menaati hukum, menghormati hak orang lain, dan tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
“Al-muslimu man salimal-muslimūna min lisānihi wa yadih.”
Artinya, “Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap orang menjaga ucapan, perilaku, dan tindakannya sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi, menghindari penyebaran fitnah, serta mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan.
Apabila menemukan dugaan tindak pidana atau potensi gangguan keamanan, warga diharapkan menempuh jalur yang benar dengan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang, bukan mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperkeruh keadaan.
Tiga pesan untuk menjaga Pesisir Selatan
Menjelang akhir tausiah, Kompol Syafrizen menyampaikan tiga pesan utama yang diharapkan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, menjaga keluarga, dengan memberikan perhatian kepada anak-anak, menjauhkan mereka dari narkoba dan judi online, serta membimbing mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang merusak.
Kedua, menjaga kampung, melalui semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kegiatan keamanan lingkungan atau siskamling sesuai kebutuhan setempat.
Ketiga, menjaga persaudaraan, dengan memperkuat nilai agama, melestarikan adat, mengedepankan musyawarah, dan menaati hukum yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa ketiga hal tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan keterlibatan keluarga, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, pemerintah, kepolisian, dan seluruh masyarakat agar upaya menjaga keamanan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menghidupkan semangat kebersamaan melalui seruan, “Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat!”
Seruan tersebut mencerminkan pentingnya membangun kemitraan yang kuat antara kepolisian dan warga. Keduanya bukan pihak yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan mitra yang memiliki tujuan bersama untuk menjaga keselamatan, ketenteraman, dan masa depan generasi bangsa.
Berharap Pesisir Selatan aman, damai, dan diberkahi
Menutup tausiahnya, Kompol Syafrizen menyampaikan pantun bernuansa Minangkabau sebagai pengingat akan pentingnya persatuan:
Siriah sakapua jo pinang sabuah,
Dibao urang ka rumah gadang.
Kalau polisi jo masyarakat basatu langkah,
Pessel aman, masyarakat sanang.
Ia juga menyampaikan pantun yang mengajak seluruh masyarakat menjaga Ranah Pesisir Selatan agar senantiasa berada dalam suasana aman, damai, dan penuh keberkahan.
Tausiah tersebut ditutup dengan doa agar Allah SWT senantiasa melindungi Kabupaten Pesisir Selatan beserta seluruh masyarakatnya, membimbing generasi muda, serta memberikan kekuatan kepada personel Polri dalam menjalankan tugas dengan amanah.
Melalui pesan keagamaan yang dipadukan dengan nilai adat dan semangat kemitraan, Kompol Syafrizen berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa keamanan merupakan tanggung jawab yang harus dirawat setiap hari.
Dengan iman, adat, kepedulian, dan kerja sama antara polisi dan masyarakat, Pesisir Selatan diharapkan semakin aman, damai, dan diberkahi Allah SWT.
“Jaga keluarga, jaga kampung, dan jaga anak kemenakan. Ketika polisi dan masyarakat bersatu, keamanan bukan hanya menjadi harapan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang diwujudkan dalam tindakan nyata.”(Alpin)

