
PDM Pesisir Selatan Matangkan Gagasan Pembangunan Amal Usaha Kesehatan, Perluas Akses Pelayanan bagi Masyarakat
PESISIR SELATAN – nrtvnews.com Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Selatan mulai mematangkan gagasan pembangunan amal usaha di bidang kesehatan sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien yang belum terjangkau layanan rumah sakit daerah maupun BKM, Rabu 14/10/2026
Gagasan tersebut dibahas dalam diskusi bersama jajaran PDM Pesisir Selatan dan Ketua beserta anggota Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Pesisir Selatan. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan upaya strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih luas, mudah dijangkau, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Diskusi tersebut dihadiri Sekretaris PDM Pesisir Selatan, Adril Maiyanto, M.Pd., Bendahara PDM Elpinas, S.Kom., Ketua MPKU Muhammadiyah Pesisir Selatan Hendri Yanto, A.Md.AN., Bendahara MPKU Suhanda Hakiki, S.HI., serta Sekretaris MPKU Hegi Aulia, S.E.
Turut hadir pula tokoh Senior Muhammadiyah Pesisir Selatan yang juga sebagai ketua PCM Kambang Buya Baharudin, Ketua PCM Air Haji H. Zurli Yanur dan Buya Armen selaku Bendahara PCM yang selau memberikan motivasi dan dorong kepada kader Muhammadiyah untuk selalu eksis dalam bermuhammadiyah, semangat yang diberikan oleh sepuh Muhammadiyah inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi kader muhammadiayah di Pesisir Selatan.
Dalam pembahasan tersebut, para peserta melihat bahwa keberadaan amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan sangat dibutuhkan untuk membantu menjangkau masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai.
Kehadiran fasilitas kesehatan yang dikelola Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan layanan kesehatan di Kabupaten Pesisir Selatan. Selain memperluas jangkauan pelayanan, langkah ini juga menjadi wujud nyata peran Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah melalui bidang sosial dan kesehatan.
Mendapat Respons Positif dari Pimpinan Muhammadiyah
Gagasan pembangunan amal usaha kesehatan ini mendapat respons positif dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, hingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi PDM Pesisir Selatan untuk terus mengkaji dan mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan agar gagasan ini dapat dikembangkan secara terencana dan berkelanjutan.

Pembangunan amal usaha kesehatan tentu membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari pemetaan potensi, ketersediaan aset, kepastian administrasi kepemilikan tanah, hingga perencanaan pengelolaan dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Inventarisasi Aset Menjadi Langkah Awal
Sebagai bagian dari persiapan, PDM Pesisir Selatan saat ini tengah melakukan pendataan aset Muhammadiyah sekaligus menyelesaikan administrasi kepemilikan tanah di BPN Pesisir Selatan, semua persyaratan telah di persiapkan dan tinggal tahap pendaftaran sekaligus pengukuran. Harapan kami sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan bermohon kepada BPN Pesisir selatan untuk membantu dengan segera proses kepemilikan tanah Muhammadiyah, ujar Elpinas.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan aset yang dimiliki dapat terdata dengan baik, memiliki kejelasan administrasi, serta berpotensi dimanfaatkan bagi pengembangan amal usaha Muhammadiyah, termasuk di bidang kesehatan.
Melalui pendataan dan penertiban administrasi tersebut, PDM Pesisir Selatan berupaya membangun fondasi yang kuat sebelum melangkah ke tahap perencanaan lebih lanjut.
Menghadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Gagasan pembangunan amal usaha kesehatan ini bukan semata-mata tentang menghadirkan fasilitas baru, melainkan juga tentang memperluas manfaat gerakan Muhammadiyah bagi masyarakat Pesisir Selatan.
Dengan persiapan yang terarah, dukungan berbagai tingkatan pimpinan, serta pengelolaan aset yang tertib, Muhammadiyah Pesisir Selatan berharap dapat mewujudkan layanan kesehatan yang berorientasi pada kemanusiaan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, sosial, dan kesehatan demi kesejahteraan masyarakat.(Alpin)

