
Ketua PGRI Koto XI Tarusan Siap Perjuangkan Bantuan Pembangunan Gedung PGRI
Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.com Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Koto XI Tarusan, Adisman, M.Pd, menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan dan mencarikan dukungan bantuan guna mewujudkan pembangunan Gedung PGRI Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis 10/9/2026
Menurut Adisman, keberadaan gedung PGRI bukan sekadar tempat berkumpulnya para guru, tetapi merupakan salah satu kebutuhan penting untuk mendukung peningkatan profesionalisme dan kualitas pendidikan di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Gedung PGRI sangat dibutuhkan oleh guru-guru. Di tempat inilah nantinya kita bisa berdiskusi, berdialog, bertukar gagasan dan bersama-sama mencari solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Adisman.
Ia menilai, kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga membutuhkan ruang bagi para pendidik untuk terus belajar, berdiskusi, berorganisasi, serta meningkatkan kompetensi.
Selama ini, kata Adisman, para guru belum memiliki fasilitas khusus yang representatif untuk melaksanakan berbagai kegiatan organisasi, pertemuan, diskusi pendidikan maupun kegiatan peningkatan kapasitas guru.
“Bagaimana kita ingin pendidikan semakin maju kalau ruang untuk guru meningkatkan mutu dan kompetensinya saja belum tersedia secara memadai?” katanya.
Karena itu, Adisman berkomitmen untuk terus berupaya mencari peluang bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak lainnya yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Menurutnya, pembangunan Gedung PGRI merupakan investasi jangka panjang. Gedung tersebut nantinya diharapkan menjadi rumah bersama bagi para guru sekaligus pusat kegiatan yang mendorong lahirnya berbagai gagasan dan inovasi pendidikan.
Adisman juga berharap perjuangan tersebut mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan pendidikan, serta para guru di Kecamatan Koto XI Tarusan.
“Sudah selayaknya guru-guru memiliki gedung PGRI sendiri. Kita ingin menjadikan gedung ini sebagai tempat berkumpul, berdiskusi dan melahirkan gagasan-gagasan untuk kemajuan pendidikan di Koto XI Tarusan,” tuturnya.
Ia optimistis, apabila pembangunan gedung tersebut dapat direalisasikan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengurus PGRI, tetapi juga oleh seluruh guru dan pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Gedung PGRI bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol kebersamaan guru dan wadah untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih baik.(Alpin)

