
Diskusi Sore di Tarusan, Dekan FDIK UIN Imam Bonjol Padang Bersama PDM Pessel Bahas Pendidikan dan Etika Moral
Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.com Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai diskusi sore antara Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Murisal, S.Ag., M.Pd., bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Selatan, Elpinas, S.Kom., di Caffe Sudut Kopi, Nagari Nanggalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Sabtu sore (31/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bertukar gagasan dan pandangan mengenai berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan, termasuk tantangan membangun etika dan moral di tengah kehidupan masyarakat.
Diskusi ini turut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tarusan, Buya Adisman, M.Pd., Wali Nagari Nanggalo, Andre Saputra, S.Psi., M.M., Wakil Dekan I FDIK, Dr. Usman, S.Sos., M.A., Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Dr. Jusmawati, S.Ag., M.Pd., serta dosen Muhamad Yunus, M.Sos.
Hadir pula sejumlah staf FDIK, Elsa Novita dan Makrifatul Ardhi.
Dalam perbincangan tersebut, persoalan pendidikan menjadi salah satu topik utama. Para peserta saling bertukar pandangan mengenai pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter generasi muda, serta membangun kesadaran moral sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Selain aspek akademik, pembentukan etika, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan juga menjadi perhatian penting. Pendidikan dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian intelektual, tetapi harus mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
Menariknya, sosok Dr. Murisal memiliki kedekatan tersendiri dengan Kabupaten Pesisir Selatan. Putra daerah yang berasal dari Air Haji ini telah banyak mengabdikan diri dalam dunia pendidikan Islam. Perjalanan panjangnya sebagai akademisi menjadi bagian dari pengalaman dan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan.
Di luar aktivitas akademik, Dr. Murisal juga dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat.
Kehadirannya dalam diskusi tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kalangan akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintahan nagari. Kedekatan emosional sebagai putra daerah juga memberikan warna tersendiri dalam membicarakan masa depan pendidikan di kampung halaman.
Pertemuan di Caffe Sudut Kopi itu memperlihatkan bahwa gagasan besar tidak selalu harus lahir dari ruang seminar atau forum resmi. Dari sebuah pertemuan sederhana, berbagai pemikiran dapat tumbuh, diperbincangkan, dan menjadi inspirasi bagi kemajuan daerah.
Diskusi sore di Nanggalo tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi awal dari komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas dalam mendorong kemajuan pendidikan, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pembinaan moral masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.
Sebab, membangun daerah bukan hanya tentang memajukan pembangunan fisik, tetapi juga menyiapkan manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsanya.(Alpin)

