Diskusi Santai di Kedai Kopi Depan SMAN 2 Bayang, Ust. Suharman Ponco Wibowo, dari Warung Kopi Gagasan untuk Daerah Bisa Dilahirkan

PESISIR SELATAN – nrtvnews.com Suasana pagi di sebuah kedai kopi yang berada di depan SMAN 2 Bayang, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, dimanfaatkan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, Jumat pagi 30/10/2026

Diskusi santai tersebut menghadirkan Ust. Suharman Ponco Wibowo, Afdalia Melico, dan Elpinas. Berbagai topik menjadi pembahasan hangat, mulai dari persoalan agama, politik, olahraga, pendidikan, hingga sejumlah isu aktual yang tengah berkembang di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Meski berlangsung dalam suasana sederhana, diskusi tersebut justru menghadirkan ruang bertukar gagasan yang terbuka dan penuh makna. Secangkir kopi dan aneka gorengan menjadi teman perbincangan dalam membahas berbagai persoalan daerah.

Ust. Suharman Ponco Wibowo menyampaikan bahwa pertemuan dan diskusi seperti ini memiliki arti penting. Menurutnya, banyak gagasan dan pemikiran masyarakat yang sebenarnya dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah, tetapi belum sepenuhnya terakomodasi oleh pemerintah.

Ia menilai, tidak sedikit ide yang selama ini terlupakan atau belum mendapatkan ruang untuk ditindaklanjuti. Kondisi tersebut terkadang menjadi pemicu perdebatan di tengah masyarakat.

“Melalui diskusi seperti ini, kita mencoba menghadirkan kembali gagasan-gagasan yang mungkin selama ini belum tersampaikan atau belum terakomodasi. Kita ingin pemikiran masyarakat bisa menjadi bagian dari kontribusi untuk pemerintah dan kemajuan daerah,” ungkap Ust. Ponco.

Sementara itu, Afdalia Melico yang akrab disapa Melco mengatakan, forum diskusi seperti ini sangat penting untuk terus dibangun. Apalagi, di tengah kesibukan masing-masing, kesempatan untuk bertemu dan membicarakan berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat semakin jarang dilakukan.

Menurutnya, pertemuan informal tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi pandangan, pengalaman, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

“Diskusi ini penting, apalagi kita jarang bertemu. Banyak hal yang bisa kita bahas dan tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang ada di sekitar kita luput dari perhatian hanya karena kurangnya komunikasi,” ujar Melco.

Senada dengan itu, Elpinas mengajak seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder untuk membangun budaya dialog dan saling berbagi pengalaman dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Menurutnya, mencari solusi tidak harus selalu dilakukan melalui forum resmi atau pertemuan formal. Ruang-ruang sederhana seperti kedai kopi juga dapat menjadi tempat lahirnya pemikiran, gagasan, bahkan solusi atas persoalan umat dan masyarakat.

“Kita perlu mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama berbagi pengalaman dan pemikiran dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Tidak semua masalah harus diselesaikan melalui cara-cara formal. Di warung kopi, sambil menikmati gorengan, kita juga bisa berdiskusi dan menemukan solusi untuk persoalan umat,” ungkap Elpinas.

Diskusi pagi tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap daerah dapat tumbuh dari ruang mana saja. Tidak harus di ruang rapat, gedung pemerintahan, atau forum resmi. Sebuah kedai kopi pun bisa menjadi tempat bertemunya berbagai pemikiran dan sudut pandang.

Lebih dari sekadar pertemuan santai, diskusi ini diharapkan dapat menjadi budaya positif yang terus dirawat, sekaligus membuka ruang komunikasi antara masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan para pemangku kepentingan.

Sebab, membangun daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan partisipasi, kepedulian, serta keberanian masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan ikut mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang ada. Dari secangkir kopi di Bayang, bisa lahir gagasan untuk Pesisir Selatan. (Alpin)