Kemenag Sumatera Barat Bersama Tiga Ormas Islam Matangkan Persiapan Hari Santri 2026

PADANG — nrtvnews.com Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menggelar rapat koordinasi dalam rangka mematangkan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Sumatera Barat, Kamis  15/10/2026

Rapat tersebut menjadi ruang koordinasi dan konsolidasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan mencerminkan semangat kebersamaan seluruh elemen umat.

Pertemuan dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, termasuk unsur pimpinan dan pejabat terkait, Kementerian Agama Kota Padang, serta perwakilan tiga organisasi kemasyarakatan Islam, yakni Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).

Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat diwakili oleh Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PWM Sumatera Barat, Iqbal Nuari, S.Sos., M.Pd.

Rapat membahas sejumlah hal penting terkait persiapan pelaksanaan Hari Santri, mulai dari komposisi dan keterlibatan peserta, rangkaian kegiatan, teknis pelaksanaan, hingga pembagian peran dan koordinasi antara pemerintah dengan masing-masing organisasi kemasyarakatan Islam.

Keterlibatan Muhammadiyah, NU, dan PERTI dalam persiapan Hari Santri menunjukkan bahwa momentum tersebut bukan hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen organisasi Islam untuk memperkuat kontribusi dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan pendidikan.

Perwakilan PWM Sumatera Barat menyampaikan pentingnya membangun koordinasi yang baik antara pemerintah dan ormas Islam agar pelaksanaan Hari Santri tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren, ulama, santri, serta lembaga pendidikan Islam dalam membangun masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana momentum Hari Santri ini dapat menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan ormas Islam. Muhammadiyah, NU, PERTI, dan seluruh elemen lainnya memiliki kontribusi masing-masing dalam membangun umat dan bangsa,” ujar Iqbal.

Suasana rapat berlangsung dalam semangat kebersamaan dan kekompakan. Pertemuan tersebut memperlihatkan sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mempersiapkan salah satu momentum penting bagi kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Sumatera Barat.

Melalui koordinasi bersama tersebut, diharapkan pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 di Sumatera Barat dapat berjalan sukses, inklusif, dan memberikan makna yang lebih luas bagi santri, pesantren, serta masyarakat.

Sinergi pemerintah dan ormas Islam menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan Hari Santri yang tidak hanya meriah secara seremoni, tetapi juga kuat dalam nilai, kebersamaan, dan kontribusi bagi umat dan bangsa.(Alpin)