“Jangan Tunggu Punya Banyak Waktu.

Sempatkan Waktu untuk Al-Qur’an. Karena Kita Tidak Pernah Tahu, Ayat Mana yang Akan Menyelamatkan Hati Kita.”

Oleh: H. Syafrizen, SH Datuk Rang Batuah Ustd. Zen Hoki (UZH)

UZH SERUKAN GERAKAN LENTERA SUBUH, CUKUP 3 LEMBAR AL-QUR’AN SETIAP HARI, INSYA ALLAH HIDUP BERUBAH!

“Jangan Tunggu Punya Banyak Waktu.

Sempatkan Waktu untuk Al-Qur’an. Karena Kita Tidak Pernah Tahu, Ayat Mana yang Akan Menyelamatkan Hati Kita.”

Oleh: H. Syafrizen, SH Datuk Rang Batuah Ustd. Zen Hoki (UZH)

Painan- nrtvnews.com Bagaimana jika hanya dengan meluangkan waktu beberapa menit setiap hari, kita bisa membangun kebiasaan yang mendekatkan hati kepada Allah SWT?

Tidak perlu menunggu kaya, Tidak perlu menunggu pension, Tidak perlu menunggu hati sedang tenang.

Mulailah membaca Al-Qur’an hari ini.

Pesan sederhana namun menggugah itu disampaikan Ustd. Zen Hoki (UZH) dalam semangat Lentera Subuh, mengajak umat Islam menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang tersimpan di rumah, tetapi sahabat yang menemani perjalanan hidup.

“3 Lembar Saja. Yang Penting Jangan Berhenti!”

Banyak orang ingin dekat dengan Al-Qur’an, tetapi sering merasa tidak punya cukup waktu.

UZH memberikan pesan yang sederhana:

Tidak perlu langsung banyak.

Tiga lembar boleh.

Lima lembar boleh.

Yang mampu, silakan lebih banyak.

Yang terpenting adalah istiqamah.

“Bacalah Al-Qur’an dengan terjemahan semampunya. Niatkan untuk menjadi rutinitas. Sempatkan diri kita membaca Al-Qur’an,” pesan UZH.

Kalimat ini menjadi pengingat penting bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Kadang, perubahan besar justru dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Bayangkan Jika Setiap Hari Membaca Al-Qur’an

Mulai dari Surat Al-Fatihah.

Kemudian lanjutkan Surat Al-Baqarah dan seterusnya hingga Surat An-Nas, Baca sesuai kemampuan, Baca bersama terjemahannya, Hari ini beberapa lembar, Besok beberapa lembar lagi, Lusa kembali membaca, Teruskan.

Tanpa terasa, satu demi satu halaman akan selesai.

Dalam beberapa bulan, insya Allah satu kali khatam dapat tercapai.

Setelah khatam?,  Ulangi lagi, Begitu seterusnya.

Insya Allah, dalam setahun kita tidak hanya mampu satu kali khatam, tetapi dapat berusaha mencapai dua kali khatam atau lebih, sesuai kemampuan masing-masing.

JANGAN HANYA KEJAR KHATAM, KEJAR JUGA PAHAM!

Inilah pesan yang tidak kalah penting.

Al-Qur’an jangan hanya dibaca cepat untuk mengejar selesai.

Baca dengan terjemahan.

Mengapa?

Karena di dalamnya ada pesan Allah SWT untuk kehidupan kita.

Ada perintah, Ada larangan, Ada petunjuk,  Ada peringatan,  Ada kabar gembira, Ada pelajaran tentang kehidupan manusia.

Ketika menemukan perintah, kita berusaha melaksanakannya.

Ketika menemukan larangan, kita berusaha meninggalkannya.

Ketika menemukan petunjuk, kita berusaha mengikutinya.

Dari membaca, kita belajar memahami. Dari memahami, kita belajar mengamalkan.

SEKALI KHATAM MUNGKIN BARU TAHU. BERULANG KALI KHATAM, SEMOGA SEMAKIN PAHAM.

Satu kali membaca Al-Qur’an mungkin membuat kita baru mengenal sebagian pesan Allah SWT.

Tetapi ketika terus membaca dan terus mengulanginya dengan terjemahan, insya Allah pemahaman akan semakin bertambah.

Khatam dua kali, Khatam tiga kali,  Khatam sepuluh kali, Bukan semata-mata soal angka.

Tetapi tentang berapa banyak ayat yang akhirnya masuk ke dalam hati dan memengaruhi perilaku kita.

Sebab tujuan akhirnya bukan sekadar mengatakan:

“Saya sudah khatam.”

Tetapi mampu berkata dalam hati:

“Saya ingin hidup saya semakin sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an.”

KETIKA HIDUP TERASA BERAT, KEPADA SIAPA KITA KEMBALI?

Kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.

Ada hari ketika kita Bahagia, Ada hari ketika kita menangis, Ada saat rezeki terasa lapang, Ada saat masalah datang bertubi-tubi.

Ada cita-cita yang berhasil diwujudkan.

Ada pula doa yang belum kunjung mendapatkan jawaban seperti yang kita harapkan.

Dalam keadaan seperti itu, seorang hamba membutuhkan pegangan.

Al-Qur’an menjadi salah satu sumber petunjuk dan pengingat bagi orang beriman.

Dari Al-Qur’an kita belajar bersyukur.

Dari Al-Qur’an kita belajar bersabar.

Dari Al-Qur’an kita belajar memahami bahwa kehidupan dunia ini sementara.

Dan dari Al-Qur’an kita diingatkan bahwa perjalanan kita tidak berhenti di dunia.

LENTERA SUBUH BUKAN SEKADAR AJAKAN MEMBACA

Semangat Lentera Subuh bukan sekadar mengajak umat membuka Al-Qur’an.

Lebih jauh, ini adalah ajakan untuk mengubah hubungan kita dengan Al-Qur’an.

Dari sekadar membaca menjadi memahami, Dari memahami menjadi mengamalkan, Dari mengamalkan menjadi mengajak kepada kebaikan.

Dari kebaikan menjadi kebiasaan.

Dan dari kebiasaan menjadi bagian dari kehidupan.

Itulah perjalanan yang diharapkan membawa seorang hamba semakin dekat kepada Allah SWT.

JANGAN TUNGGU BESOK

Jika hari ini kita belum dekat dengan Al-Qur’an, jangan menyalahkan diri terlalu lama.

Mulailah hari ini.

Jika belum mampu satu juz, baca beberapa halaman.

Jika belum mampu beberapa halaman, baca beberapa lembar.

Jika belum mampu banyak, mulailah sedikit.

Tetapi jangan berhenti.

Karena yang kecil namun istiqamah jauh lebih bermakna daripada semangat besar yang hanya bertahan sebentar.

Buka Al-Qur’an, Baca.

Baca terjemahannya,  Renungkan,  Amalkan.

Kemudian ulangi lagi esok hari.

HARAPAN BESAR DI BALIK KEBIASAAN SEDERHANA

Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat, kita berharap Allah SWT melimpahkan hidayah dan inayah-Nya.

Semoga diberikan nikmat iman.

Nikmat Islam, Nikmat Kesehatan,  Nikmat rasa cukup,  Nikmat ketenteraman, Nikmat kedamaian, Serta kehidupan yang dipenuhi rahmat dan keberkahan.

Kita juga memohon agar niat baik, doa, hajat dan cita-cita yang diridai Allah SWT mendapatkan jalan terbaik. Namun yang paling utama adalah memohon agar hati kita tetap berada dalam petunjuk-Nya.

Sebab memiliki dunia tanpa hidayah belum tentu membuat hati bahagia.

Tetapi hati yang dekat kepada Allah dapat menemukan ketenangan bahkan di tengah ujian kehidupan.

PESAN TERAKHIR UZH: JADIKAN AL-QUR’AN SAHABAT SEUMUR HIDUP

Dunia ini hanya sementara, Kita datang tanpa membawa apa-apa,  Dan pada akhirnya kita akan meninggalkan semuanya.

Harta akan ditinggalkan, Jabatan akan ditinggalkan,  Popularitas akan ditinggalkan.

Yang kita harapkan adalah bekal amal dan rahmat Allah SWT.

Maka, sebelum waktu kita habis, mari kembali mendekat kepada Al-Qur’an.

Tidak perlu menunggu menjadi orang baik terlebih dahulu untuk membaca Al-Qur’an.

Bacalah Al-Qur’an agar kita terus belajar menjadi lebih baik.

Tidak perlu menunggu hati tenang untuk membaca Al-Qur’an.

Bacalah Al-Qur’an dan mohon kepada Allah agar hati kita diberi ketenangan.

Tidak perlu menunggu punya banyak waktu.

Sempatkan waktu untuk Al-Qur’an.

Karena waktu yang kita berikan kepada Al-Qur’an bukanlah waktu yang hilang.

Semoga menjadi waktu yang penuh keberkahan.

Mari jadikan Al-Qur’an sahabat dalam perjalanan hidup.

Semoga Allah SWT memberikan kita:

Kemudahan, Kelapangan,  Keselamatan,  Kemenangan,  Keberuntungan,  Kemuliaan,  Kesuksesan,  kejayaan,  Keberkahan.

Dan semoga kita mendapatkan kebahagiaan di dunia yang sementara serta kebahagiaan di akhirat yang selama-lamanya.

Subhanallah walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.

Semoga Lentera Subuh menjadi cahaya yang mengantarkan kita kembali kepada Al-Qur’an.

Mari mulai hari ini.

Tiga lembar. Lima lembar. Semampunya.

Yang penting: BACA, PAHAMI, AMALKAN, DAN ISTIQAMAH.

Aamiin, aamiin, ya Rabbal ‘alamin.