
Pelatihan Kewirausahaan Angkatan XII Ditutup, Dorong Koperasi dan UMKM Pesisir Selatan Bersinar
Padang – nrtvnews.com Pelatihan Kewirausahaan bagi Anggota Koperasi dan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Angkatan XII resmi ditutup pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut ditutup oleh Derni Yanti, SE, Kepala UPTD Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi Provinsi Sumatera Barat di dampingi oleh Kasi Pelaksana Sudarmadi, SE, MM
Pelatihan ini terlaksana melalui program anggota Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Mochklasin, S.Si., MM., MBA, sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas pengurus, anggota koperasi, dan pelaku UMKM di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya kawasan Tarusan.

Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Mengubah Pola Pikir
Dalam sesi penutupan, peserta menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti pelatihan. Perwakilan peserta, Masriol menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada H. Mochklasin yang telah memfasilitasi peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan koperasi dan UMKM.
Menurut Masriol, materi yang diberikan membuat peserta semakin memahami pentingnya manajemen yang baik dalam menjalankan koperasi maupun usaha.
“Kami mendapatkan ilmu pengetahuan tentang koperasi dan UMKM sehingga kami paham dan mengerti cara manajemen koperasi dan UMKM yang baik,” ujar Masriol dalam penyampaian pesan dan kesan peserta.
Pengetahuan tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan. Para peserta berkomitmen untuk menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Semangat tersebut menjadi penting karena keberhasilan koperasi dan UMKM tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh kemampuan pengurus dan pelaku usaha dalam mengelola organisasi, membuat perencanaan, membaca peluang, serta membangun tata kelola usaha yang sehat.

Peserta Berharap Pelatihan Terus Berlanjut
Di tempat yang terpisah Syafruddin, SH juga berharap program pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga rekan-rekan pengurus maupun anggota koperasi dan pelaku UMKM yang belum mendapatkan kesempatan dapat ikut memperoleh pembekalan.
Ia menilai peningkatan pengetahuan harus dibarengi dengan perubahan pola pikir. Dengan pemahaman yang lebih baik, pengurus dan anggota diharapkan mampu mengelola koperasi secara lebih profesional serta mengembangkan UMKM secara berkelanjutan.
Harapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan memiliki dimensi yang lebih luas. Pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi agar koperasi tidak sekadar menjadi organisasi ekonomi, sementara UMKM tidak berhenti pada aktivitas usaha skala kecil, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Koperasi dan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat
Bagi Pesisir Selatan, penguatan koperasi dan UMKM memiliki arti strategis. Ketika pelaku usaha memiliki kemampuan manajemen, pencatatan keuangan, pemasaran, inovasi produk, serta pemahaman terhadap tata kelola organisasi, peluang usaha untuk bertahan dan berkembang menjadi lebih besar.
Koperasi yang dikelola secara sehat juga dapat menjadi wadah ekonomi bersama. Sementara UMKM dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka lapangan kerja di tengah masyarakat.
Karena itu, keberlanjutan program peningkatan kapasitas seperti pelatihan Angkatan XII diharapkan dapat melahirkan pelaku koperasi dan UMKM yang tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga memiliki visi untuk membangun ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Bagi masyarakat Tarusan khususnya, penguatan koperasi dan UMKM diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi lokal dan pada akhirnya ikut mendongkrak perekonomian masyarakat Pesisir Selatan.

Apresiasi untuk H. Mochklasin
Menutup penyampaian pesan peserta, Syafruddin juga menyampaikan doa dan harapan agar H. Mochklasin senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat Pesisir Selatan.
Ia berharap H. Mochklasin terus sukses dalam berbagai tujuan dan cita-citanya untuk mengabdi kepada masyarakat.
Pelatihan Angkatan XII pun diharapkan tidak menjadi akhir dari proses pembelajaran, melainkan menjadi awal dari penerapan pengetahuan di tengah masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya berapa banyak peserta yang menerima sertifikat, tetapi seberapa jauh ilmu yang diperoleh mampu diterapkan, ditularkan, dan menghasilkan perubahan nyata bagi koperasi, UMKM, serta perekonomian masyarakat.(Alpin)

