
Abrasi Pantai Muaro Bantiang Kian Mengkhawatirkan, Wali Nagari dan Tokoh Masyarakat Siapkan Langkah Perjuangan ke Pemerintah
Pulau Karam Tarusan- Pesisir Selatan nrtvnews.com Kondisi abrasi yang semakin mengkhawatirkan di kawasan Pantai Muaro Bantiang, Nagari Pulau Karam Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi perhatian serius pemerintah nagari bersama tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Persoalan tersebut menjadi topik utama dalam diskusi bersama Wali Nagari Pulau Karam Ampang Pulai, Edmairizon, yang berlangsung pada Minggu malam (1/11/2026).
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas kondisi abrasi pantai yang dinilai cukup parah serta perlunya langkah konkret dan terencana untuk mencegah kerusakan yang semakin meluas.
Tidak hanya membicarakan kondisi yang terjadi, pertemuan itu juga melahirkan gagasan untuk memperjuangkan penanganan abrasi melalui jalur pemerintahan dan lembaga legislatif.
Salah satu langkah yang dibahas adalah menyusun dan mengajukan proposal permohonan bantuan kepada anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat maupun anggota DPR RI, agar persoalan abrasi Pantai Muaro Bantiang dapat masuk dalam perhatian dan program penanganan pemerintah.
Namun, perjuangan tersebut tidak berhenti sebatas membuat dan mengirimkan proposal. Para peserta diskusi juga menekankan pentingnya mengawal setiap proses pengajuan agar aspirasi masyarakat benar-benar sampai kepada pihak terkait dan memperoleh tindak lanjut.
Butuh Perhatian Serius Pemerintah
Abrasi pantai bukan sekadar persoalan perubahan garis pantai. Jika tidak ditangani secara serius, dampaknya berpotensi mengancam kawasan pesisir, lingkungan, serta aktivitas dan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar pantai.
Karena itu, diperlukan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.
Masyarakat berharap adanya kajian teknis dan langkah penanganan yang tepat dari instansi berwenang, sehingga upaya perlindungan Pantai Muaro Bantiang dapat dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Bangun Kebersamaan untuk Memperjuangkan Aspirasi
Diskusi tersebut dihadiri Wali Nagari Pulau Karam Ampang Pulai Edmairizon, Elpinas, S.Kom., Dalvi Masyahari, S.T., Andri Yunizar, S.E., Penta, Edo, serta sejumlah tokoh pemuda dan tokoh masyarakat lainnya.
Pertemuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan masyarakat dalam mencari solusi terhadap persoalan abrasi yang terjadi di wilayah Pulau Karam Ampang Pulai.
Harapannya, hasil diskusi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata, sehingga Pantai Muaro Bantiang tidak hanya menjadi perhatian dalam pembicaraan, tetapi juga memperoleh penanganan konkret dari pemerintah.
Kini, masyarakat menaruh harapan agar pemerintah daerah, DPRD Provinsi Sumatera Barat, hingga DPR RI dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Pantai Muaro Bantiang. Sebab, melindungi kawasan pesisir bukan hanya tentang menjaga bentang alam, tetapi juga menjaga lingkungan, kehidupan, dan masa depan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.(Alpin)

