
Diskusi Bersama Wali Nagari Mandeh Terpilih, Witri Sani Prioritaskan Penanganan Ilegal Logging dan Penataan Lahan
Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.com Komitmen membangun Nagari Mandeh menuju masa depan yang lebih baik mulai diperlihatkan Wali Nagari Mandeh terpilih, Witri Sani. Hal tersebut terlihat dalam sebuah diskusi siang bersama sejumlah tokoh masyarakat dan unsur terkait yang berlangsung di salah satu kedai kopi di belakang Kantor Camat Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis siang 5/11/2026
Diskusi yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut turut dihadiri Rino PJ Wali Nagari Mandeh, Komandan TRC BPBD Posko Tarusan Dalvi Masyahari, ST, serta Niniak Mamak Nanggalo Elpinas, S.Kom Iman Dt. Basa.

Dalam pertemuan tersebut, Witri Sani secara langsung meminta masukan, pandangan, serta harapan dari para tokoh yang hadir terkait arah pembangunan dan kemajuan Nagari Mandeh ke depan.
Menurutnya, berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat perlu menjadi perhatian bersama. Pembangunan nagari tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan ketertiban, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.
Salah satu persoalan krusial yang menjadi perhatian utama dalam diskusi tersebut adalah maraknya dugaan aktivitas ilegal logging atau penebangan kayu tanpa izin di wilayah Nagari Mandeh.
Witri Sani menegaskan bahwa persoalan tersebut akan menjadi salah satu prioritas yang perlu ditangani setelah dirinya resmi dilantik sebagai Wali Nagari Mandeh.
Ia menyampaikan, langkah penanganannya akan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kehutanan serta instansi pemerintah terkait, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain penanganan ilegal logging, penataan dan kejelasan status lahan juga menjadi perhatian penting. Pemerintahan Nagari Mandeh ke depan berencana mengupayakan pemasangan tanda atau penanda batas yang jelas antara lahan yang diperbolehkan untuk diolah masyarakat dengan kawasan yang dilarang untuk dimanfaatkan sesuai ketentuan pemerintah.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat dalam mengelola lahan, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman, konflik pemanfaatan lahan, maupun pelanggaran terhadap aturan kawasan hutan.
Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar pikiran antara wali nagari terpilih dengan para tokoh masyarakat untuk merumuskan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian bersama.

Witri Sani berharap, ke depan seluruh unsur masyarakat, niniak mamak, tokoh pemuda, serta instansi terkait dapat bersinergi dalam membangun Nagari Mandeh.
Baginya, kemajuan nagari membutuhkan kebersamaan, keterbukaan, dan kepedulian semua pihak. Dengan koordinasi yang baik serta pengelolaan sumber daya alam yang sesuai aturan, Nagari Mandeh diharapkan mampu berkembang tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakatnya.
Membangun Nagari Mandeh bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang menjaga masa depan dan warisan alam bagi generasi yang akan datang.(Alpin)

