
Diskusi Santai Sambil Menikmati Teh Talua, Nof Erika Bahas Peran Niniak Mamak dalam Mendukung Pembangunan Pesisir Selatan
Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.com Secangkir teh talua (teh telur) menjadi teman dalam sebuah diskusi santai yang sarat makna di Kantor Pengacara Tribrata Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Bersama Nof Erika, S.HI., C.Med., CPT, sejumlah tokoh dan praktisi berdiskusi tentang persoalan hukum, tantangan pembangunan daerah, serta pentingnya peran Niniak Mamak dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, Senin malam 19/10/2026
Diskusi tersebut dihadiri Elpinas, S.Kom., Primadoni, S.H., Andri Yunizar, S.E., Deavy Masyari, S.T., Adisman, M.Pd., serta tim pengacara lainnya.
Suasana pertemuan berlangsung santai dan terbuka. Namun, topik yang dibahas menyentuh persoalan penting yang kerap dihadapi masyarakat, terutama ketika persoalan hukum, kepentingan pembangunan, dan aturan adat saling berkaitan.
Memahami Persoalan Hukum agar Pembangunan Tidak Terhambat
Dalam diskusi tersebut, Nof Erika memaparkan secara terperinci berbagai persoalan hukum yang berpotensi menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurut pembahasan yang berkembang, persoalan di tengah masyarakat perlu dipahami sejak awal agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Terlebih, dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, persoalan tanah, batas kepemilikan, hak kaum, serta kepentingan bersama sering kali membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek hukum formal, tetapi juga memahami nilai-nilai adat.
Nof Erika menekankan pentingnya musyawarah dan peran Niniak Mamak sebagai bagian dari upaya mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Penyelesaian melalui musyawarah dapat membuka ruang dialog bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk menyampaikan pandangan, memahami duduk persoalan, dan mencari solusi yang dapat diterima bersama, sepanjang tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dengan demikian, persoalan yang berpotensi menghambat pembangunan diharapkan dapat ditangani secara bijak, terukur, dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
Niniak Mamak, Penjaga Adat sekaligus Jembatan Penyelesaian Persoalan Kaum
Dalam tatanan masyarakat Minangkabau, Niniak Mamak memiliki posisi penting dalam membimbing anak kemenakan, menjaga nilai adat, serta membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di dalam kaum.
Peran ini menjadi semakin strategis ketika masyarakat berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kepentingan bersama, termasuk persoalan yang berkaitan dengan pembangunan.
Niniak Mamak diharapkan mampu menjadi penengah yang bijaksana, mengedepankan kepentingan bersama, serta mendorong penyelesaian masalah melalui dialog dan mufakat.
Meski demikian, penyelesaian secara adat tetap perlu berjalan beriringan dengan hukum yang berlaku. Musyawarah bukan sekadar mencari kesepakatan, melainkan juga memastikan bahwa hak setiap pihak dihormati dan keputusan yang diambil tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Pendekatan inilah yang dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat Pesisir Selatan untuk menjaga keharmonisan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Deavy Masyari, Semua Unsur Masyarakat Memiliki Peran Strategis
Sementara itu, Deavy Masyari, S.T., menyampaikan pandangannya secara lugas mengenai pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam mengambil keputusan.
Menurutnya, masyarakat, Niniak Mamak, tokoh masyarakat, Cadiak Pandai, ulama, Bundo Kanduang, dan generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
Setiap unsur masyarakat mempunyai kapasitas dan sudut pandang yang berbeda. Jika seluruh potensi tersebut dirangkul dengan baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan secara lebih terbuka dan keputusan yang diambil bisa mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas.
Masyarakat membutuhkan pemimpin informal dan tokoh yang mampu membaca situasi, memahami persoalan, serta menimbang dampak dari setiap keputusan. Karena itu, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan mengambil keputusan menjadi kunci agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi pertentangan yang merugikan masyarakat sendiri.
Deavy juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang baik antarelemen masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, persoalan dapat diidentifikasi lebih dini, kesalahpahaman dapat dikurangi, dan jalan penyelesaian dapat dicari sebelum masalah semakin besar.
Pembangunan Membutuhkan Kepastian Hukum dan Kearifan Lokal
Diskusi di Kantor Pengacara Tribrata tersebut memberikan gambaran bahwa pembangunan daerah bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan anggaran, infrastruktur, atau perencanaan teknis. Pembangunan juga membutuhkan dukungan masyarakat, kepastian hukum, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara adil.
Ketika persoalan hukum dan adat tidak ditangani dengan baik, proses pembangunan berpotensi menghadapi hambatan. Sebaliknya, jika komunikasi, musyawarah, dan pemahaman hukum dibangun sejak awal, berbagai potensi konflik dapat diantisipasi.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara praktisi hukum, Niniak Mamak, tokoh masyarakat, pemerintah, dan unsur masyarakat lainnya menjadi penting. Masing-masing pihak dapat mengambil peran sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya.
Pemahaman hukum juga perlu terus diperkuat agar masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya. Dengan begitu, penyelesaian persoalan tidak semata-mata bertumpu pada kebiasaan atau pendapat pribadi, tetapi juga mempertimbangkan aturan hukum dan prinsip keadilan.
Dari Secangkir Teh Talua, Lahir Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi pengingat bahwa diskusi bermakna tidak selalu harus berlangsung dalam forum resmi. Percakapan sederhana, jika diisi dengan pertukaran gagasan dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat, dapat menjadi ruang untuk
melahirkan pemikiran yang bermanfaat.
Di tengah tantangan pembangunan Pesisir Selatan, semangat musyawarah, penghormatan terhadap adat, dan pemahaman hukum merupakan modal penting untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis.
Pada akhirnya, pembangunan yang baik bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi juga bagaimana prosesnya dijalankan, bagaimana hak masyarakat dihormati, dan bagaimana persoalan diselesaikan secara bijaksana.
Secangkir teh talua mungkin menjadi
suguhan sederhana dalam pertemuan tersebut. Namun, pesan yang mengemuka cukup besar, kemajuan daerah membutuhkan kebersamaan, kepastian hukum, kearifan adat, dan keputusan yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas.( Alpin)

