Kelompok Nelayan Sabai Nan Aluih Kapuh Tarusan Berdiskusi dengan Penyuluh Perikanan, Bahas Potensi Budidaya Ikan Nila dan Lele

Kapuh Tarusan – Pesisir Selatan  nrtvnews.com Kelompok Nelayan Sabai Nan Aluih, Kapuh Tarusan menggelar diskusi bersama penyuluh perikanan untuk membahas peluang pengembangan usaha budidaya ikan air tawar, khususnya ikan nila dan lele. Diskusi berlangsung penuh antusias dengan fokus pada pemilihan lokasi yang tepat serta ketersediaan sumber air yang mengalir dengan baik sebagai faktor penting keberhasilan budidaya, Senin 19/10/2026

Kegiatan ini dihadiri oleh Nasirman dari BPP SDM Penyuluh Perikanan Tarusan dan Roni Hendrawan selaku penyuluh perikanan. Turut hadir anggota Kelompok Nelayan Sabai Nan Aluih, yakni Primadoni, Elpinas, Andri Yunizar, Anwir Rialis, Deavy, Jon, Adisman, Syafriyon, Ujang, Robi, dan Anton serta tim penyuluhan lainnya.

Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai hal terkait pengembangan budidaya ikan nila dan lele, mulai dari penentuan lokasi yang sesuai, kondisi lingkungan, hingga pentingnya aliran air yang baik untuk menunjang pertumbuhan ikan.

Suasana diskusi berlangsung seru dan interaktif. Para anggota kelompok nelayan menunjukkan ketertarikan terhadap peluang budidaya ikan air tawar yang dinilai dapat menjadi salah satu alternatif usaha produktif bagi masyarakat setempat.

Pemilihan lokasi menjadi salah satu perhatian utama. Ketersediaan air yang cukup, kualitas lingkungan, serta aliran air yang lancar merupakan sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Sabai Nan Aluih  Menyimpan Sejarah dan Potensi Alam

Selain membahas peluang budidaya perikanan, Sabai Nan Aluih di Kapuh Tarusan juga dikenal memiliki nilai sejarah dan potensi alam yang menarik.

Kawasan ini lekat dengan kisah legendaris Sabai Nan Aluih. Di wilayah tersebut terdapat Pemandian Putri Tujuh dan embung air yang memiliki aliran air, yang menjadi bagian dari kekayaan alam setempat.

Sabai Nan Aluih juga memiliki tiga bukit yang dikenal masyarakat, yaitu Bukit Lolong, Bukit Sabai Nan Aluih, dan Bukit Padendangan. Keberadaan bentang alam tersebut menambah kekhasan kawasan yang menyimpan potensi untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kearifan lokal masyarakat.

Dengan kondisi alam yang memiliki sumber air serta lingkungan perbukitan, kawasan ini berpotensi untuk dikaji lebih lanjut sebagai lokasi pengembangan budidaya ikan air tawar. Namun, kelayakan lokasi tetap perlu ditentukan melalui penilaian teknis, terutama terkait kualitas dan debit air, kondisi lahan, serta kebutuhan sarana budidaya.

Mendorong Kemandirian dan Ekonomi Masyarakat

Diskusi antara Kelompok Nelayan Sabai Nan Aluih dan penyuluh perikanan ini menjadi langkah awal untuk menggali peluang usaha yang sesuai dengan potensi wilayah. Melalui pertukaran gagasan dan pendampingan penyuluh, kelompok diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik sebelum mengembangkan budidaya ikan nila dan lele.

Pengembangan budidaya perikanan yang direncanakan secara matang diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung perekonomian lokal di Kapuh Tarusan.

Potensi alam yang berpadu dengan semangat kebersamaan masyarakat menjadi modal penting bagi Sabai Nan Aluih untuk terus menggali peluang pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Dari diskusi, lahir gagasan. Dari potensi alam, terbuka peluang. Kelompok Nelayan Sabai Nan Aluih Kapuh Tarusan kini menggali langkah untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar yang produktif dan berkelanjutan.(Alpin)