
Kompol H. Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah, Sampaikan Nasihat Pernikahan untuk Fauziah dan Redith Bagindo Mudo, Semoga Menjadi Keluarga Samara
Tarusan Kapuh – Pesisir Selatan nrtvnews.com Kompol H. Syafrizen, S.H., bergelar adat Datuk Rang Batuah, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Pesisir Selatan, menyampaikan nasihat pernikahan kepada pasangan pengantin Fauziah dan Redith Bagindo Mudo di Kapuah, Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu 18/10/2026
Dalam nasihatnya, Kompol H. Syafrizen mengajak kedua mempelai menjadikan pernikahan sebagai awal membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah (Samara), berlandaskan keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap orang tua dan keluarga besar.
Mengawali pesannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur kepada Allah SWT atas terlaksananya pernikahan tersebut. Menurutnya, ikatan suci pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga menyatukan dua keluarga dalam sebuah perjalanan kehidupan yang membutuhkan komitmen, kesabaran, dan saling pengertian.
Berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah SAW

Dalam nasihatnya, Kompol H. Syafrizen mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 21, yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan hidup agar manusia memperoleh ketenteraman, serta menjadikan rasa cinta dan kasih sayang di antara keduanya.
Pesan tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting bagi pasangan suami istri untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Cinta dalam pernikahan hendaknya tidak hanya didasarkan pada penampilan atau materi, tetapi juga tumbuh melalui keimanan, ibadah, ketulusan, dan komitmen untuk saling menjaga.
Ia juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.”
(HR. At-Tirmidzi, no. 3895)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan seorang suami tercermin dari cara ia memperlakukan keluarganya. Tanggung jawab, kelembutan, kepedulian, serta sikap saling menghargai merupakan bagian penting dalam mewujudkan kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.
Selain itu, ia mengutip Surah An-Nahl ayat 72 tentang karunia pasangan hidup, keturunan, dan rezeki yang baik. Ayat tersebut mengingatkan bahwa keluarga merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang patut disyukuri dan dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Tiga Pesan Penting dalam Membangun Rumah Tangga
Dalam kesempatan tersebut, Kompol H. Syafrizen menyampaikan tiga nasihat utama kepada Fauziah dan Redith Bagindo Mudo agar dapat mengarungi kehidupan rumah tangga dengan baik.
Pertama, menjaga cinta dengan iman dan ibadah.
Ia berpesan agar kedua mempelai senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salat, doa, dan ketaatan kepada ajaran agama hendaknya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga rumah tangga memiliki fondasi spiritual yang kuat dalam menghadapi berbagai keadaan.
Kedua, saling memahami dan tidak mudah menyalahkan.
Menurutnya, setiap rumah tangga pasti menghadapi tantangan. Karena itu, pasangan suami istri harus belajar menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin, hati yang lapang, dan komunikasi yang baik.
Suami hendaknya menjalankan tanggung jawabnya dengan bijaksana, sementara istri menjadi pendamping yang penuh kasih sayang. Keduanya perlu saling menghormati, saling mendukung, dan bekerja sama dalam mengambil keputusan.
Rumah tangga yang kuat bukanlah rumah tangga yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan rumah tangga yang mampu melewati setiap ujian secara bersama-sama.
Ketiga, memegang teguh adat dan agama.
Sebagai bagian dari masyarakat Minangkabau, ia mengingatkan pentingnya mengamalkan falsafah adat:
“Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.”
Falsafah tersebut menjadi pengingat agar kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga senantiasa selaras dengan nilai-nilai agama dan adat yang baik. Kedua mempelai juga diharapkan menghormati orang tua, memuliakan keluarga besar, serta menjaga tutur kata dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Doa agar Menjadi Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah
Menutup nasihatnya, Kompol H. Syafrizen berpesan kepada Fauziah dan Redith Bagindo Mudo agar menjadikan Allah SWT sebagai tujuan hidup, Al-Qur’an sebagai pedoman, dan Rasulullah SAW sebagai teladan.
Ia berharap kedua mempelai dikaruniai rumah tangga yang tenteram, penuh cinta dan kasih sayang, dilimpahi rezeki yang halal, serta dianugerahi keturunan yang saleh dan salehah.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan doa pernikahan yang diajarkan Rasulullah SAW:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Baarakallaahu laka, wa baaraka ‘alaika, wa jama‘a bainakumaa fii khair.
Artinya: “Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan berkah atasmu, dan menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”
(HR. Abu Dawud, no. 2130; HR. At-Tirmidzi, no. 1091)
Sebagai penutup, ia menyampaikan pantun penuh doa,
Jalan-jalan ke Tarusan,
Singgah sebentar di Kapuah indah.
Jadilah pasangan dalam keimanan,
Semoga rumah tangga sakinah dan penuh berkah.
Selamat menempuh hidup baru untuk Fauziah dan Redith Bagindo Mudo.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan, menguatkan ikatan cinta, melapangkan rezeki, serta menyatukan keduanya dalam kebahagiaan di dunia hingga ke surga-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

