Diskusi Bersama Pengiat Budaya, Hulubalang Pesisir Selatan Matangkan Gerakan Pelestarian Budaya Minangkabau

Tarusan – Pesisir Selatan   nrtvnews.com  Upaya mematangkan pembentukan dan arah gerakan Organisasi Masyarakat (Ormas) Hulubalang Pesisir Selatan terus dilakukan. Salah satunya melalui diskusi bersama Pengiat budaya Tusriadi, yang berlangsung di Batukalang, Kenagarian Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (27/9/2026).

Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat visi dan misi para penggagas Hulubalang Pesisir Selatan dalam menjaga, menggali, serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Adisman, M.Pd., Elpinas, S.Kom., Primadoni, SE., Andri Yunizar, SE., Dalvi Masyahari, ST., Dasrul, serta sejumlah tokoh dan rekan lainnya yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan budaya Minangkabau.

Dalam suasana diskusi yang penuh keakraban, berbagai gagasan dibicarakan, terutama mengenai pentingnya menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan generasi muda. Pelestarian budaya dinilai tidak cukup hanya dengan mengenang tradisi masa lalu, tetapi harus dilakukan melalui pemahaman, penggalian nilai-nilai adat, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengiat  budaya Tusriadi  menyampaikan bahwa sudah saatnya masyarakat kembali memberikan perhatian lebih besar terhadap budaya sendiri.

 “Kita sudah saatnya untuk melestarikan budaya kita. Kalau ingin mencerdaskan anak bangsa, mari mendekatkan diri ke budaya dan gali budaya,” ujar Tusriadi.

Menurutnya, budaya memiliki nilai-nilai pendidikan yang penting bagi pembentukan karakter generasi muda. Dengan mengenal budaya dan adat istiadat sendiri, anak-anak bangsa diharapkan memiliki jati diri yang kuat sekaligus mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

Diskusi tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan *Hulubalang Pesisir Selatan* sebagai wadah yang memiliki perhatian terhadap adat, budaya, pendidikan karakter, serta pembinaan generasi muda.

Para peserta sepakat bahwa pelestarian budaya Minangkabau membutuhkan kebersamaan berbagai unsur masyarakat. Tidak hanya tokoh adat dan budayawan, tetapi juga generasi muda, pendidik, tokoh masyarakat, komunitas, serta berbagai elemen lainnya.

Pertemuan di Batukalang itu diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam mematangkan konsep, visi, dan program Hulubalang Pesisir Selatan ke depan, sehingga keberadaan organisasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga warisan adat dan budaya Minangkabau di tengah perubahan zaman.(Alpin)