
Tutup Pelatihan Kewirausahaan Anggota Koperasi, Kadis Koperasi Sumbar Dorong Peserta Jadi Wirausaha Sukses
PADANG — nrtvnews.com Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal, SE., M.Si., secara resmi menutup Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan Anggota Koperasi Angkatan XIII di UPTD Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan pelatihan ini di fasilitasi oleh Pokir Wakil Ketua Komisi III H.Mochklasin, S.Si, MM,MBA
Dalam kesempatan tersebut, Endrizal menyampaikan harapan agar pelatihan yang telah diikuti para peserta tidak berhenti sebatas memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi dapat dilanjutkan dengan langkah nyata untuk membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia berharap masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), khususnya para peserta pelatihan, mampu menjadi pribadi yang sukses dan sejahtera, baik dari sisi ekonomi maupun spiritual.
“Dengan berakhirnya pelatihan ini, saya berharap semua masyarakat Pessel bisa menjadi orang kaya dan sukses. Bukan hanya kaya secara ekonomi, tetapi juga sukses secara spiritual,” ujar Endrizal.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membutuhkan kemauan untuk bekerja keras dan bekerja cerdas. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus diimplementasikan melalui kegiatan usaha yang produktif dan sesuai dengan potensi yang ada di lingkungan masing-masing.
Manfaatkan Lahan Kosong untuk Usaha Produktif
Salah satu peluang yang disampaikan Endrizal adalah pemanfaatan lahan kosong untuk membudidayakan pisang barangan. Komoditas tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi karena relatif cepat menghasilkan.
“Kalau ada lahan yang kosong, bisa dibudidayakan pisang barangan. Dalam waktu sekitar delapan bulan sudah bisa panen dan menghasilkan uang,” katanya.
Menurut Endrizal, pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Dengan pengelolaan yang baik, usaha tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi kegiatan ekonomi keluarga maupun kelompok.
Tidak hanya memberikan dorongan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat juga siap memfasilitasi kebutuhan peserta, terutama terkait bibit dan pupuk untuk mendukung pengembangan budidaya pisang barangan.
Hasil Panen Siap Ditampung dan Dipasarkan
Endrizal juga menyampaikan bahwa persoalan pemasaran tidak perlu menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha tersebut. Hasil panen pisang barangan nantinya siap ditampung dan dipasarkan.
Hal ini menjadi penting karena dalam membangun usaha, kemampuan produksi harus dibarengi dengan kepastian pasar. Dengan adanya dukungan pemasaran, masyarakat diharapkan lebih percaya diri untuk mulai memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Untuk bibit dan pupuknya, kami dapat memfasilitasi. Hasil panennya siap ditampung dan dipasarkan,” ungkapnya.

Ia mengajak para peserta pelatihan untuk tidak takut memulai usaha. Menurutnya, peluang ekonomi sebenarnya banyak tersedia di sekitar masyarakat, asalkan mampu melihat potensi, berani mencoba, serta konsisten dalam menjalankannya.
Pelatihan Harus Melahirkan Pelaku Usaha Baru
Pelatihan kewirausahaan, lanjutnya, pada dasarnya bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih jauh, pelatihan diharapkan mampu melahirkan pelaku-pelaku usaha baru yang mandiri, kreatif dan mampu menciptakan nilai tambah dari potensi daerah.
Peserta juga didorong untuk menerapkan prinsip kerja keras, kerja cerdas, disiplin dan berani mengambil peluang. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Penutupan Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan Anggota Koperasi Angkatan XIII tersebut menjadi momentum bagi peserta untuk mulai mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata.
Dengan memanfaatkan potensi lokal, mengoptimalkan lahan yang tersedia, membangun jaringan usaha serta memanfaatkan dukungan pemerintah, masyarakat Pessel diharapkan mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Dari pelatihan menuju aksi, dari lahan kosong menjadi sumber penghasilan, dan dari keterampilan menjadi kemandirian ekonomi.(Alpin)

